Hypergryph Tindak Tegas Leaker Arknights, Denda Tembus Rp3 Miliar

SHARE ARTIKEL INI

Underboard Media — Selama ini, leak di game gacha sering dianggap hal biasa, bahkan kadang jadi bagian dari hype komunitas. Tapi untuk Arknights, situasinya mulai berubah.

Developer-nya, Hypergryph, baru saja merilis laporan resmi terkait langkah mereka dalam menindak berbagai pelanggaran mulai dari leak, cheat, hingga distribusi konten ilegal. Dan skalanya cukup serius.

Kasus Besar: Leak Dibawa ke Jalur Hukum

Salah satu kasus utama datang dari bocornya artwork karakter untuk event Summer Carnival 2025 sebelum resmi dirilis.

Setelah ditelusuri, sumber masalah ternyata berasal dari pihak eksternal yang bekerja sama dengan developer, yang melanggar perjanjian kerahasiaan. Informasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.

Kasus ini akhirnya berujung ke pengadilan, dengan hasil:

  • Pelaku dikenakan denda sekitar 1,3 juta yuan (~$190.000 USD)
  • Wajib membuat permintaan maaf publik

Angka ini jadi salah satu contoh paling jelas bahwa developer mulai serius menghadapi masalah leak.

Endfield Ikut Terseret, Tapi Bukan Kasus Utama

Selain Arknights, Arknights: Endfield juga ikut disebut dalam laporan yang sama.

Beberapa bocoran terkait konten yang belum dirilis, termasuk gameplay, masuk dalam investigasi. Namun skalanya tidak sebesar kasus utama.

Penanganannya lebih mengarah ke:

  • Pelanggaran data internal
  • Tindakan administratif
  • Pelaporan ke pihak berwenang

Artinya, Endfield memang terdampak, tapi bukan fokus utama dalam kasus ini.

Cheat dan Server Ilegal Juga Disikat

Hypergryph juga mengungkap adanya kelompok yang menjalankan bisnis cheat dan server ilegal.

Yang cukup mengejutkan:

  • Nilai transaksi ilegal mencapai sekitar 1,2 juta yuan (~$175.000 USD)
  • Pelaku sudah ditangkap dan menunggu proses hukum

Ini menunjukkan bahwa pelanggaran di game tidak lagi sekadar “nakal”, tapi sudah masuk ke level industri ilegal.

Bahkan Merch Bajakan Tidak Lolos

Tidak berhenti di dalam game, Hypergryph juga mulai menindak penjualan merchandise tidak resmi.

Langkah yang dilakukan meliputi:

  • Pelaporan ke platform e-commerce
  • Tindakan hukum terhadap penjual
  • Penghapusan produk ilegal

Pendekatannya cukup luas, menargetkan seluruh ekosistem yang berkaitan dengan IP mereka.

Kesimpulan

Langkah Hypergryph ini menunjukkan perubahan sikap yang cukup jelas terhadap leak dan pelanggaran lainnya.

Jika dulu leak sering dianggap bagian dari komunitas, sekarang konsekuensinya jauh lebih serius:

  • Denda miliaran
  • Proses hukum
  • Bahkan penangkapan

Sementara itu, kasus Endfield jadi pengingat bahwa bahkan game yang belum rilis pun tidak lepas dari risiko kebocoran.

Dan ke depannya, kemungkinan besar pendekatan seperti ini akan semakin sering kita lihat di industri game.

Previous
Tier List Neverness To Everness ( NTE ) Indonesia Terbaru
Next
PLAYISM Siap Gelar Showcase Spesial, 11 Game Baru Ikut Dipamerkan

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

maxresdefault (9)
7 Game Mobile Juni 2026 yang Layak Dipantau, dari Pokémon Champions hingga RF Online Next
thumbnail2
Etheria Restart SS5 Summer Surprise Dimulai, Hadirkan Hard Mode Baru dan Lima Animus
thumbnail2
Review Coffee Talk Tokyo Indonesia Secangkir Cerita Fantasi di Tengah Hiruk-Pikuk Jepang
thumbnail2
Kickstarter Project GT Dipastikan Palsu, tetapi Gamenya Memang Asli
thumbnail2
Disambut Positif di Luar Negeri, Game Lokal RUNNING TRAIN Malah Dibajak di Negeri Sendiri

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Limbus Company Bahasa Indonesia Kini Tersedia Lewat Fansub Komunitas
thumbnail2
HoYoverse Menang Kasus Fitnah di China, Content Creator Dihukum Bayar Rp1,33 Miliar dan Minta Maaf Publik
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2