• Home
  • Game
  • Project GT Dipertanyakan Komunitas, Identitas Studio dan Rekam Jejak Tim Belum Jelas

Project GT Dipertanyakan Komunitas, Identitas Studio dan Rekam Jejak Tim Belum Jelas

SHARE ARTIKEL INI

Underboard Media — Setelah sebelumnya menarik perhatian lewat konsep “waifu mobil” yang menggabungkan racing dan action RPG, Project GT kini mulai mendapat sorotan berbeda. Sejumlah pengguna mempertanyakan transparansi kampanye Kickstarter tersebut karena informasi mengenai studio, anggota tim, penggunaan dana, hingga lisensi kendaraan dinilai masih sangat terbatas.

Project GT sendiri berhasil mengumpulkan sekitar US$26.816 dari target awal US$2.000 dengan dukungan 124 backer. Kampanyenya memang dinyatakan berhasil, tetapi target pendanaan yang sangat rendah justru menjadi salah satu hal pertama yang dipertanyakan komunitas.

Siapa Sebenarnya Tim di Balik Project GT?

Dalam materi kampanyenya, Project GT menyebut bahwa anggota tim pernah bekerja di perusahaan seperti miHoYo, Tencent, NetEase, Lilith Games, dan Sunborn Network.

Klaim tersebut terdengar menjanjikan, tetapi tidak disertai nama anggota, posisi sebelumnya, portofolio, profil profesional, maupun proyek yang pernah mereka tangani. Halaman kampanye juga tidak memberikan penjelasan yang jelas mengenai nama studio atau perusahaan yang bertanggung jawab atas pengembangan game tersebut.

Bagi calon pendukung, informasi seperti ini cukup penting. Pengalaman di perusahaan besar memang bisa menjadi nilai jual, tetapi tanpa identitas yang dapat diverifikasi, publik hanya bisa menerima klaim tersebut berdasarkan kepercayaan.

Target Dana dan Penggunaan Uang Dipertanyakan

Project GT menawarkan ruang lingkup yang tidak kecil. Game ini disebut akan menghadirkan karakter 3D, balapan, action combat real-time, sistem koleksi dan pengembangan karakter, permainan solo, serta co-op.

Dengan ambisi sebesar itu, target Kickstarter senilai US$2.000 terlihat sangat rendah. Halaman kampanye juga disebut tidak memberikan rincian yang jelas mengenai penggunaan dana, seperti apakah uang tersebut akan digunakan untuk pengembangan, server, lisensi kendaraan, pemasaran, lokalisasi, atau penyelesaian build.

Estimasi pengiriman pada September 2026 turut memunculkan pertanyaan. Belum jelas apakah jadwal tersebut merujuk pada rilis penuh, versi alpha, beta, early access, atau sekadar build khusus untuk backer.

Jika game memang sudah berada dalam tahap pengembangan yang cukup jauh, Kickstarter mungkin hanya digunakan sebagai sarana validasi pasar atau pendanaan tambahan. Namun, fungsi kampanye tersebut seharusnya dijelaskan dengan lebih terbuka agar pendukung memahami ke mana uang mereka akan digunakan.

Materi Promosi dan Lisensi Mobil Ikut Disorot

Sejumlah pengguna juga mempertanyakan trailer Project GT yang dianggap memiliki banyak elemen buatan AI, mulai dari narasi hingga visualnya. Namun, tuduhan tersebut masih berasal dari penilaian komunitas dan belum menjadi bukti bahwa seluruh materi memang dibuat menggunakan AI.

Ada pula pengguna yang menyoroti kemiripan latar foto pada bagian “anggota tim” dengan proyek Kickstarter lain bernama Lumin: Echo of Spacetime. Kesamaan tersebut belum otomatis membuktikan adanya pelanggaran, tetapi tetap menambah daftar hal yang dianggap perlu dijelaskan oleh pihak pengembang.

Status penggunaan merek dan logo kendaraan dunia nyata juga belum sepenuhnya jelas. Jika Project GT memang memakai identitas mobil asli dalam materi promosi atau game final, pihak developer perlu memberikan informasi mengenai lisensi atau bentuk kerja sama dengan pemegang merek terkait.

Baca juga : Project GT, Game “Waifu Mobil”

Belum Cukup Bukti untuk Menyebut Scam

Meski banyak hal terlihat janggal, sejauh ini belum ada bukti kuat yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Project GT adalah penipuan.

Hal yang bisa dikatakan saat ini adalah kampanyenya masih kekurangan transparansi. Identitas tim belum dapat diverifikasi, studio pengembang tidak dijelaskan secara jelas, penggunaan dana tidak dirinci, dan beberapa materi promosinya menimbulkan pertanyaan dari komunitas.

Konsep Project GT sendiri tetap menarik. Gagasan mengubah mobil menjadi karakter anime dan menggabungkan racing dengan action RPG punya potensi besar untuk menarik perhatian. Namun bagi proyek crowdfunding, konsep yang kuat saja tidak cukup. Calon pendukung juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai siapa yang mengembangkan game, sejauh mana progresnya, dan bagaimana dana mereka akan digunakan.

Sebelum tersedia klarifikasi lebih lanjut, pendekatan paling aman adalah tetap skeptis secara sehat dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Previous
Disambut Positif di Luar Negeri, Game Lokal RUNNING TRAIN Malah Dibajak di Negeri Sendiri
Next
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Disambut Positif di Luar Negeri, Game Lokal RUNNING TRAIN Malah Dibajak di Negeri Sendiri
thumbnail2
Project GT Dipertanyakan Komunitas, Identitas Studio dan Rekam Jejak Tim Belum Jelas
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Kakao Games Siapkan Produk Budaya Tradisional untuk The World of Goblins, MMORPG Joseon Fantasy dari Supercat
thumbnail2
Evie Stellar Blade: BLOOD RAIN Dianggap Terlalu Muda, Shift Up: Main Dulu Baru Nilai

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Limbus Company Bahasa Indonesia Kini Tersedia Lewat Fansub Komunitas
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
HoYoverse Menang Kasus Fitnah di China, Content Creator Dihukum Bayar Rp1,33 Miliar dan Minta Maaf Publik
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
BUKAN MITOS! Kingdom Hearts IV Kembali Muncul, Sora Siap Membuka Babak Baru di Nintendo Switch 2