Kalau kamu sedang mencari tier list Neverness To Everness (NTE), hal pertama yang perlu dipahami adalah: game ini belum punya meta yang benar-benar “fix”.
Di fase awal seperti sekarang, banyak karakter masih terasa fleksibel. Beberapa unit terlihat kuat di awal belum tentu jadi pilihan terbaik di konten endgame nanti, dan sebaliknya—karakter yang terlihat biasa saja bisa punya scaling tinggi ketika sistem build dan komposisi tim sudah terbuka lebih luas.
Itulah kenapa tier list NTE sebaiknya tidak dilihat sebagai ranking mutlak, tapi sebagai panduan awal untuk menentukan prioritas investasi, terutama di early game saat resource masih terbatas.
Table of Contents
TIERLIST
Tier list ini berfokus pada value karakter secara umum, terutama dari sisi damage, utilitas, rotasi, dan seberapa mudah karakter tersebut memberi impact di dalam tim. Beberapa karakter di tier atas punya performa yang sangat kuat sejak awal, sementara karakter lain membutuhkan Awakening, setup, atau komposisi tertentu untuk benar-benar bersinar.
![]() |
Chiz
Chiz adalah DPS gratis dengan potensi damage sangat tinggi, tetapi punya mekanik yang cukup teknis lewat sistem Grain. Ia mengumpulkan Grain dari basic attack, lalu menggunakannya untuk memperkuat Redirect Skill. Ultimate miliknya juga menghadirkan mekanik seperti grafik pasar yang menentukan timing terbaik untuk memaksimalkan damage. Karena Awakening dan Resonance-nya bisa didapatkan gratis, Chiz menjadi salah satu DPS paling bernilai untuk jangka panjang. |
![]() |
Nanaly
Nanaly adalah DPS yang berfokus pada follow-up attack. Kombinasi Ichi-Daime’s Authority dan Underboss membuat basic attack-nya menghasilkan damage tambahan yang sangat besar. Ia membutuhkan waktu on-field yang cukup panjang dan rotasi yang tidak boleh banyak terganggu, tetapi saat semua buff aktif, output damage-nya bisa meningkat sangat cepat. |
![]() |
Zero
Zero mungkin bukan main DPS utama, tetapi value-nya sangat besar sebagai enabler rotasi. Skill miliknya bisa langsung mengisi Esper Cycle, membuat reaksi tim jauh lebih mudah dipicu. Setelah Awakening penuh, Zero juga memberikan peningkatan damage untuk tim saat Cosmos Esper Cycle aktif. Simpel, gratis, dan sangat fleksibel untuk banyak komposisi. |
![]() |
Haniel
Haniel adalah support universal yang mudah masuk ke banyak tim. Ia mengandalkan Hootie untuk memberikan bonus ATK yang tetap aktif meski dirinya tidak berada di field. Efek tambahan seperti Ensemble dan Plot Armor membuat kontribusinya tidak hanya berhenti di buff dasar. Cocok untuk pemain yang butuh support stabil tanpa rotasi yang rumit. |
![]() |
Sakiri
Sakiri sangat kuat sebagai support yang tidak butuh banyak waktu di field. Ia bisa mengumpulkan musuh, menurunkan DEF target, dan memberi buff ATK setelah Ultimate. Value-nya makin tinggi di tim DoT atau Scorch karena pasifnya dapat meningkatkan damage yang diterima musuh. Untuk rotasi cepat, Sakiri termasuk salah satu support paling efisien. |
![]() |
Baicang
Baicang adalah DPS kompleks dengan mekanik Power Words. Ia bisa menghasilkan damage besar melalui setup Bless, Silence, dan Objurgate, tetapi membutuhkan pemahaman combo yang baik. Ultimate-nya akan jauh lebih efektif jika digunakan setelah setup selesai. Untuk pemain yang mau belajar rotasi, Baicang punya potensi besar, terutama di tim Scorch. |
![]() |
Daffodil
Daffodil unggul sebagai karakter quick swap dengan fokus Break Damage. Ia tidak membutuhkan waktu field lama, tetapi bisa memberi tekanan besar ke musuh dalam jendela singkat. Kit-nya mendorong pemain untuk sering berpindah karakter, mengaktifkan Support Skill, lalu memaksimalkan stack Resonance. Sangat cocok untuk tim rotasi cepat. |
![]() |
Hathor
Hathor mengandalkan stack Express Delivery Power untuk masuk ke mode burst melalui Ultimate. Setelah berada dalam Emergency Delivery, ia mendapat peningkatan mobilitas dan akses ke skill yang lebih kuat. Damage AoE-nya sangat bagus, tetapi performanya cukup bergantung pada pengelolaan stack dan energi Ultimate. |
![]() |
Jiuyuan
Jiuyuan punya mekanik attachment damage yang bekerja seperti damage berkelanjutan, meski tidak dihitung sebagai DoT oleh sistem. Ia paling nyaman dimainkan sebagai sub-DPS dengan rotasi singkat: masuk, gunakan skill, Ultimate jika tersedia, lalu keluar. Sinerginya sangat bagus dengan tim Blossom dan karakter seperti Zero. |
![]() |
Auriela
Auriela adalah DPS on-field yang bertarung dengan gaya unik menggunakan jellyfish. Ia sangat mobile dan mudah dimainkan, dengan damage yang meningkat saat berada dalam Cadenza state. Awakening miliknya juga memperkuat gaya main tersebut lewat tambahan crit, damage, dan durasi efek. Kuat, tetapi butuh waktu field yang cukup panjang. |
![]() |
Fadia
Fadia berperan sebagai karakter survival yang bisa mengalihkan sebagian damage dari karakter aktif ke dirinya sendiri. Saat menggunakan Ultimate, ia bisa masuk ke state Lilith dan memberikan damage yang cukup besar. Namun value terbaiknya cukup bergantung pada kondisi HP, timing switch-in, dan gaya main yang cocok dengan mekanik damage redirect. |
![]() |
Adler
Adler adalah support yang paling cocok untuk tim Scorch berkat pasif Temperance yang memberi debuff acak saat Scorch aktif. Ia juga bisa memberi shield melalui skill, membuatnya cukup berguna untuk bertahan. Setelah Awakening tertentu, value sub-DPS-nya meningkat, tetapi peran utamanya tetap sebagai support utility. |
![]() |
Mint
Mint adalah karakter early game yang sangat ramah untuk pemula. Kit-nya sederhana, mobilitasnya bagus, dan ia punya resistance terhadap interrupt yang membuatnya nyaman dimainkan dari jarak dekat. Damage-nya cukup untuk progres awal, tetapi secara scaling dan depth masih kalah dari karakter tier atas. |
![]() |
Skia
Skia mengandalkan Fang Thrust sebagai mark yang memberikan follow-up damage saat ia menyerang. Gameplay-nya menarik karena punya shadow form dan crowd control, tetapi ia membutuhkan waktu field untuk membangun setup. Jika dimainkan dengan sabar, damage-nya bisa meningkat stabil, namun tidak sepraktis DPS yang lebih langsung. |
![]() |
Edgar
Edgar adalah healer murni, tetapi value-nya rendah karena game ini lebih banyak mengandalkan dodge dan parry dibanding healing. Skill heal miliknya juga kurang praktis karena membutuhkan channeling, sementara Ultimate-nya memberi heal over time yang tidak selalu cukup saat kondisi genting. Ia masih bisa dipakai untuk sustain, tetapi mudah tergantikan oleh support dengan utilitas lebih kuat. |
Cara Reroll Neverness To Everness (NTE)
Kalau kamu ingin mulai dengan karakter terbaik, reroll masih jadi opsi yang cukup relevan di NTE. Prosesnya juga tidak terlalu rumit, hanya butuh sedikit kesabaran.
Yang perlu kamu lakukan:
- Buat akun baru setiap kali ingin reroll
- Selesaikan tutorial secepat mungkin (skip semua cutscene dan dialog)
- Setelah keluar dari mobil bersama Mint dan sebelum menuju Eibon, kamu sudah bisa membuka menu
- Klaim semua reward dari mail dan login event
- Lakukan pull di banner yang tersedia
Seluruh proses ini biasanya memakan waktu sekitar 18–20 menit per attempt, jadi masih cukup masuk akal untuk dilakukan beberapa kali sampai dapat karakter yang diinginkan.
Baca Selengkapnya :
CARA REROLL NEVERNESS TO EVERNESS SUPER CEPAT
Kesimpulan
Neverness To Everness masih berada di fase awal, dan itu berarti meta-nya masih sangat terbuka.
Tier list tetap berguna sebagai referensi, tapi bukan satu-satunya acuan. Karakter yang kamu anggap “biasa” sekarang bisa saja naik drastis nilainya di update berikutnya, tergantung balancing dan konten baru dari developer.
Pendekatan terbaik untuk saat ini cukup simpel:
pilih karakter yang nyaman dimainkan, pahami perannya, dan bangun tim yang sesuai dengan gaya main kamu.
Karena pada akhirnya, bukan soal siapa yang paling tinggi di tier list
tapi siapa yang paling efektif saat kamu yang memainkannya.














