Underboard Media — Kasus hukum antara miHoYo, perusahaan asal China yang kini lebih dikenal secara global lewat brand HoYoverse, dengan seorang content creator bernama Li akhirnya mendapatkan putusan final.

Menurut laporan IT Home, Li yang dikenal dengan nama online “Fanshu Jianshangjia” atau “Fanshu Connoisseur” dinyatakan melanggar hak reputasi miHoYo. Pengadilan memerintahkan Li untuk membayar kompensasi penuh sekitar Rp1,33 miliar dan menyampaikan permintaan maaf publik di berbagai platform internet.
Angka tersebut dikonversi dari 500.000 yuan dengan asumsi kurs 1 yuan = Rp2.662,26.
Bukan Sekadar Kritik Game Biasa
Dalam kasus ini, pengadilan menilai bahwa konten yang dibuat Li tidak bisa dianggap sebagai review atau kritik game biasa. Video-video tersebut disebut tidak dibuat untuk membagikan panduan sebagai pemain, tidak ditujukan untuk kepentingan publik, dan bukan bagian dari pengawasan media atau opini publik.
Sebaliknya, pengadilan menilai konten tersebut memiliki dorongan komersial dan dibuat untuk mencari keuntungan melalui trafik negatif. Karena itu, aktivitas Li dianggap sudah melewati batas wajar dalam evaluasi sebuah game.
Tindakan yang Dipersoalkan

Berdasarkan pernyataan departemen hukum miHoYo dan pertimbangan pengadilan, berikut beberapa tindakan Li yang menjadi sorotan:
- Melakukan pelanggaran jangka panjang di berbagai platform seperti Bilibili, Douyin, Kuaishou, dan Xiaohongshu.
- Memutarbalikkan fakta terkait miHoYo dan game-game miliknya.
- Menyebarkan rumor yang dinilai merusak reputasi perusahaan.
- Menggunakan bahasa ekstrem dan menghina dalam beberapa konten.
- Membuat penilaian game dengan standar yang dianggap tidak wajar.
- Melakukan perbandingan game yang dinilai tidak adil.
- Menggiring pemain untuk berhenti memainkan game miHoYo atau berpindah ke game lain.
- Membuat konten yang menurut pengadilan didorong kepentingan komersial dan bertujuan mencari trafik negatif.
- Menyebarkan informasi yang sebelumnya juga disebut pihak kepolisian China sebagai tindakan yang mengganggu ketertiban sosial.
Putusan Final Menguatkan miHoYo
miHoYo sebelumnya telah menempuh berbagai jalur, mulai dari laporan platform, gugatan hukum, hingga laporan kepolisian. Dalam putusan akhir, pengadilan mempertimbangkan reputasi miHoYo di pasar, dampak dari konten Li, tingkat kesalahan, serta tujuan dan metode pelanggaran yang dilakukan.
Hasilnya, pengadilan mendukung klaim miHoYo dan memerintahkan Li untuk membayar kompensasi sekitar Rp1,33 miliar serta membuat permintaan maaf publik di akun-akun yang ia kendalikan.
IT Home juga mencatat bahwa Li telah menerbitkan pernyataan permintaan maaf di sejumlah platform seperti Bilibili, Douyin, Kuaishou, dan Xiaohongshu.
Kasus Ini Terjadi di China
Perlu digarisbawahi, kasus ini terjadi di China, sehingga penilaian hukum terkait pencemaran nama baik, reputasi perusahaan, dan batas kritik publik mengikuti sistem hukum setempat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kritik terhadap game atau developer tetap merupakan bagian penting dari ekosistem gaming. Namun, ketika kritik berubah menjadi serangan yang dianggap merusak reputasi, menyebarkan informasi tidak benar, dan dilakukan secara berulang demi trafik, konsekuensi hukumnya bisa sangat serius.
Sumber: IT Home