Underboard Media — Blog agregator berita Honkai: Star Rail asal Jepang, Celestia Sokuho, resmi menghentikan aktivitasnya setelah mengakui telah menyebarkan informasi game yang belum diumumkan.
Melalui pernyataan terbuka pada 14 Juni 2026, pengelola Celestia Sokuho menyampaikan permintaan maaf kepada COGNOSPHERE, perusahaan yang mengoperasikan berbagai game HoYoverse secara global. Setelah pernyataan tersebut dirilis, situs Celestia Sokuho dibuat privat dan konten-konten leak yang sebelumnya dimuat terlihat telah dihapus.
Akui Langgar Ketentuan dan Ganggu Rencana Promosi
Dalam pernyataannya, Celestia Sokuho mengakui bahwa penyebaran informasi belum resmi tidak hanya melanggar ketentuan penggunaan HoYoverse, tetapi juga mengganggu rencana promosi game dan kerja tim produksi.
Pengelola situs juga menyebut tindakan tersebut berdampak buruk terhadap perkembangan komunitas penggemar yang sehat. Mereka berjanji akan menghapus seluruh konten leak lama dan tidak lagi mencari, menerbitkan, atau menyebarkan informasi HoYoverse yang belum diumumkan.
Belum ada konfirmasi resmi apakah penutupan ini terjadi karena tindakan hukum langsung dari HoYoverse. Namun, melihat situs yang sudah diprivat dan akun media sosialnya disebut akan segera dihapus, Celestia Sokuho praktis dianggap telah berhenti beroperasi.
HoYoverse Makin Tegas terhadap Leak
Kasus ini menunjukkan bahwa HoYoverse tidak hanya menindak pihak yang pertama kali memperoleh informasi rahasia. Blog, media, atau akun agregator yang ikut menyebarkan leak juga bisa ikut terkena dampaknya.
Sebelumnya, miHoYo telah beberapa kali mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi belum resmi dari Genshin Impact dan Honkai: Star Rail. Beberapa kasus bahkan berujung pada penutupan situs, penangkapan, hingga tuntutan ganti rugi dalam jumlah besar.
Menurut laporan yang beredar, sepanjang tahun lalu perusahaan juga bekerja sama dengan kepolisian dalam 22 penyelidikan kriminal dan mengambil langkah hukum terhadap ribuan individu.
Kasus Celestia Sokuho menjadi pengingat bahwa menyebarkan ulang bocoran tetap memiliki risiko serius, meskipun pihak tersebut bukan sumber pertama kebocoran.
Sumber: Automaton WEST