Underboard Media — Esports Balikpapan Cafe League resmi menyelesaikan kualifikasi keduanya pada 14 Juni 2026. Turnamen Mobile Legends: Bang Bang yang digelar komunitas MLBB Balikpapan ini mempertemukan tim-tim perwakilan kafe dan UMKM dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan.
Pada kualifikasi kedua, sebanyak 24 tim ikut bersaing untuk memperebutkan empat tiket menuju babak final. Sejumlah kafe besar di Balikpapan juga turut ambil bagian, sekaligus memperlihatkan antusiasme yang cukup tinggi terhadap kompetisi berbasis komunitas tersebut.
Menariknya, beberapa tim generasi baru berhasil menunjukkan performa kuat dan mengamankan tempat di fase akhir turnamen.
Empat Tim Lolos dari Kualifikasi Kedua
Team Seraphim X Hitam Manis
Team East Station
Team CNN X DMMLBN
Tim Yor X UD
Dari rangkaian pertandingan pekan kedua, empat tim berhasil melaju ke babak final dengan pembagian posisi upper dan lower bracket.
Seraphim X Hitam Manis — Upper Bracket
Forger X UD — Upper Bracket
East Station — Lower Bracket
CNN X Dapoer Mamak Lia by Neta — Lower Bracket
Keempat tim tersebut akan bergabung dengan empat tim yang sebelumnya telah lolos dari kualifikasi pertama, yaitu:
Lexa Coffee — Upper Bracket
Aero X Ever — Upper Bracket
Gondrong Melawan X Kedai Kopi Binggo — Lower Bracket
Kopi Cagat — Lower Bracket
Dengan hasil tersebut, delapan tim kini sudah lengkap dan siap bertanding di babak final Esports Balikpapan Cafe League.
Bangun Kembali Ekosistem MLBB Balikpapan
Salah satu panitia turnamen, Alip, menjelaskan bahwa kompetisi ini digelar sebagai langkah awal untuk kembali membangun ekosistem turnamen MLBB di Balikpapan.
Menurutnya, komunitas MLBB Balikpapan baru saja kembali aktif setelah sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun. Karena itu, panitia memilih memulai kembali dari format yang lebih dekat dengan komunitas lokal.
“Tujuan kami membuat turnamen ini adalah untuk menciptakan lagi ekosistem turnamen MLBB di Kota Balikpapan. Komunitas kami baru comeback setelah menghilang selama tiga tahun, jadi kami benar-benar memulai lagi dari awal,” ujar Alip.
Ia juga menjelaskan bahwa regenerasi tim di turnamen umum saat ini dinilai cukup lemah. Karena itu, Cafe League dipilih sebagai alternatif agar kompetisi tetap memiliki identitas kuat dengan membawa nama kafe dan UMKM.
“Kami ingin mengangkat turnamen lain yang tetap bergengsi, tetapi membawa nama kafe. Sejauh ini konsep tersebut terlihat berhasil. Kami juga berharap komunitas esports lain bisa saling berkolaborasi, khususnya bersama UMKM, kafe, maupun sponsor di masa depan,” lanjutnya.
Panitia Balikpapan Cafe Esport “Alip Gaming”
Ruang Baru untuk Tim dan UMKM Lokal
Format Cafe League memberi warna berbeda bagi scene kompetitif lokal. Turnamen ini tidak hanya menjadi tempat bertanding bagi pemain, tetapi juga membuka ruang promosi dan kolaborasi bagi kafe serta pelaku UMKM di Balikpapan.
Kehadiran tim-tim generasi baru di babak final juga menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi komunitas MLBB setempat. Jika konsisten digelar, turnamen seperti ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi perkembangan esports Balikpapan setelah vakum cukup lama.
Babak final nantinya akan mempertemukan delapan tim dari dua gelombang kualifikasi untuk menentukan siapa yang menjadi juara pertama Esports Balikpapan Cafe League.
Buat kalian yg penasaran sama berkembangan komunitas MLBB di Kota balikpapan ataupun turnamen BCL ini bisa mampir ke instagram mereka disini