• Home
  • Game
  • Senua Jadi Babak Baru Ninja Theory, Bukan Sekadar Hellblade III
Senua Jadi Babak Baru Ninja Theory, Bukan Sekadar Hellblade III

Senua Jadi Babak Baru Ninja Theory, Bukan Sekadar Hellblade III

SHARE ARTIKEL INI

Ninja Theory kembali membawa Senua ke panggung besar Xbox, tetapi kali ini dengan arah yang cukup mengejutkan. Lewat Xbox Games Showcase 2026, studio tersebut memperkenalkan Senua, game baru yang masih mengikuti perjalanan sang karakter utama setelah Senua’s Saga: Hellblade II, namun tidak diposisikan sebagai Hellblade III.

Keputusan ini bukan sekadar perubahan judul. Dari penjelasan Ninja Theory, Senua memang dibuat sebagai pengalaman yang berbeda dari dua game Hellblade sebelumnya. Jika Hellblade dikenal lewat pendekatan sinematik, cerita intim, dan pengalaman psikologis yang sangat terarah, maka Senua akan membawa formula itu ke ruang yang lebih luas sebagai game action-adventure penuh.

Game ini dijadwalkan hadir pada 2027 untuk Xbox Series X|S, Xbox on PC, cloud, Steam, dan PlayStation 5. Senua juga akan masuk Game Pass serta mendukung Xbox Play Anywhere.

Bukan Hellblade III, Tapi Tetap Melanjutkan Kisah Senua

Pertanyaan terbesar setelah trailer perdananya muncul tentu sederhana: kenapa game ini tidak memakai nama Hellblade III?

Dom Matthews, Studio Head Ninja Theory, menjelaskan bahwa judul Senua dipilih karena game ini membawa niat kreatif yang berbeda. Menurutnya, Hellblade pertama dan kedua punya tujuan tertentu yang sudah mereka penuhi. Sementara Senua dibuat sebagai langkah baru yang menambahkan lebih banyak elemen gameplay ke fondasi yang sudah dikenal.

Artinya, game ini tetap membawa “jiwa” Hellblade: cerita personal, produksi visual tinggi, atmosfer kuat, dan perjalanan yang penuh makna. Namun di saat yang sama, Ninja Theory ingin memberi pemain lebih banyak ruang untuk bermain, bereksplorasi, bertarung, dan mengambil keputusan dalam situasi gameplay.

Cerita Senua mengambil latar setelah kejadian Hellblade pertama dan kedua. Kali ini, Senua berada di Purgatory, sebuah visi alam antara hidup dan mati yang terbentuk dari gambaran kampung halaman masa kecilnya. Ia terjebak di sana dalam pencarian menuju afterlife, berharap bisa kembali bertemu dengan orang-orang yang ia cintai dan telah hilang.

Action-Adventure dengan Combat, Puzzle, dan Eksplorasi Lebih Besar

Image Via: Xbox Wire

Ninja Theory menggambarkan Senua sebagai action-adventure penuh, bukan lagi pengalaman yang sangat linear seperti Hellblade sebelumnya. Fokus gameplay-nya dibagi cukup seimbang antara combat, traversal, dan puzzle solving.

Pendekatan ini lahir dari respons pemain terhadap Hellblade II. Banyak yang menyukai presentasi, cerita, tone, dan atmosfernya, tetapi ingin bisa terlibat lebih dalam lewat gameplay yang lebih luas. Ninja Theory tampaknya mendengar masukan tersebut dan menjadikannya arah utama untuk proyek baru ini.

Combat kini tidak lagi hanya menekankan duel intens satu lawan satu. Senua bisa menghadapi beberapa musuh sekaligus, memanfaatkan verticality, memakai elemen lingkungan, dan memilih pendekatan yang lebih taktis. Pemain bisa menyelinap untuk menghabisi musuh diam-diam, atau langsung masuk ke pertarungan dengan risiko yang lebih besar.

Dom Matthews menyebut kata kunci combat game ini adalah “tactical choice”. Jadi, pemain tidak hanya diminta bereaksi, tetapi juga membaca ruang, memanfaatkan senjata, dan menentukan cara terbaik untuk menghadapi setiap situasi.

Senjata Lebih Variatif dan Bisa Dipakai Secara Situasional

Image Via: Xbox Wire

Salah satu perubahan terbesar dalam Senua adalah variasi senjata. Senua tetap memiliki pedang utama, tetapi ia kini bisa mengambil senjata lain dari musuh atau menemukannya di dunia permainan.

Trailer memperlihatkan beberapa jenis senjata seperti long axe, short axe, hingga penggunaan dua senjata sekaligus. Beberapa senjata bisa dibawa, sementara yang lain lebih bersifat situasional. Pemain juga bisa melempar senjata untuk menyerang musuh dari jarak jauh.

Contohnya, jika ada musuh di posisi tinggi yang menyerang dari jauh, pemain bisa memilih untuk menyelinap, mengambil kapak, lalu melemparkannya untuk melumpuhkan ancaman tersebut sebelum menghadapi musuh lain di darat. Namun pemain juga bisa memilih pendekatan lebih frontal dan langsung masuk ke tengah pertarungan.

Ninja Theory ingin membuat combat Senua terasa lebih “bebas” dibanding sebelumnya. Bukan berarti game ini berubah menjadi action combat murni, tetapi opsi yang tersedia kini jauh lebih banyak.

Focus Abilities Jadi Kunci Combat, Puzzle, dan Traversal

Selain senjata, Senua juga akan memiliki Focus Abilities. Kemampuan ini lahir dari keyakinan dan pemahaman yang ia bangun sepanjang perjalanan, lalu memengaruhi cara ia melihat dan mengubah realitas.

Salah satu kemampuan yang diperlihatkan adalah kemampuan untuk “memecahkan” realitas. Dalam eksplorasi, ability ini bisa membuka akses ke ruang baru. Dalam combat, efeknya dapat digunakan untuk mengontrol kerumunan musuh, mendorong mereka mundur, atau memberi Senua waktu untuk mengatur posisi.

Focus Abilities juga akan terhubung dengan puzzle dan traversal. Ini membuat kekuatan Senua tidak hanya menjadi alat tempur, tetapi juga bagian dari cara pemain memahami dunia dan menemukan jalur tersembunyi.

Pendekatan ini tetap mempertahankan identitas Senua sebagai karakter yang melihat dunia lewat pengalaman psikosisnya. Ninja Theory ingin pemain ikut memercayai dunia tersebut dengan cara yang sama seperti Senua, sehingga eksplorasi terasa lebih personal dan penuh makna.

Dunia Lebih Terbuka, Tapi Bukan Open World

Senua akan memiliki peta sekitar dua kali lebih besar dari Hellblade II. Namun Ninja Theory menegaskan bahwa game ini bukan open world.

Strukturnya tetap membawa cerita linear, tetapi dunia dibangun sebagai satu map dengan lokasi-lokasi yang saling terhubung. Pemain akan kembali ke beberapa tempat yang familiar selama cerita berjalan, dan eksplorasi akan diberi reward melalui rahasia atau akses baru yang sebelumnya belum bisa dibuka.

Contohnya, sebuah pohon yang awalnya terlihat tidak penting bisa menjadi elemen penting di kemudian hari setelah Senua mengembangkan pemahaman baru terhadapnya. Dari sana, objek tersebut dapat membuka jalur baru atau memberi akses ke bagian dunia yang sebelumnya tertutup.

Traversal juga dibuat lebih cepat dan bebas. Senua kini bisa bergerak dengan tempo lebih lincah, melakukan vault, memanjat, melompat, dan menjelajahi area dengan lebih banyak verticality. Pemain yang ingin berjalan pelan dan menikmati atmosfer tetap bisa melakukannya, tetapi mereka yang ingin bergerak lebih cepat juga punya opsi tersebut.

Seluruh Tim Ninja Theory Fokus ke Senua

Pengembangan Senua juga menjadi momen penting untuk Ninja Theory secara internal. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 12 tahun, seluruh tim studio bekerja bersama pada satu proyek besar. Terakhir kali mereka melakukan hal seperti ini adalah pada masa pengembangan DmC: Devil May Cry.

Ninja Theory saat ini memiliki sekitar 85 kreator. Angka ini masih terbilang kecil dibanding banyak studio AAA lain, tetapi jauh lebih besar dibanding tim Hellblade pertama yang hanya berisi sekitar 25 orang.

Keputusan untuk menyatukan seluruh studio juga membuat Ninja Theory menghentikan pengembangan Project Mara, game horor yang sebelumnya pernah diumumkan. Dom Matthews menyebut keputusan itu tidak mudah, tetapi diambil agar semua talenta dan pengalaman studio bisa difokuskan untuk mewujudkan potensi Senua.

Dengan pengalaman dari DmC, Enslaved, Heavenly Sword, dan dua game Hellblade, Senua terasa seperti proyek yang menggabungkan banyak DNA lama Ninja Theory dalam format baru.

Purgatory, Emas, dan Luka Hidup Senua

Image Via: Xbox Wire

Secara cerita, Senua membawa tokohnya ke Purgatory, sebuah tempat yang digambarkan sebagai visi kampung halaman masa kecilnya. Ia berada di antara hidup dan mati, mencoba mencapai afterlife dengan keyakinan bahwa menyembuhkan luka hidupnya adalah kunci untuk membuka gerbang menuju kedamaian.

Trailer juga memperlihatkan motif gelombang emas yang tampak mengejar atau menelan Senua. Menurut Ninja Theory, elemen emas ini mewakili kekuatan indah tetapi berbahaya, sesuatu yang mengancam untuk mengikis dan menghapus semua hal yang Senua yakini. Di saat yang sama, kekuatan itu juga menjadi sesuatu yang berisiko ia jadikan bagian dari dirinya.

Meski game ini melanjutkan kisah Senua, Ninja Theory menegaskan bahwa pemain baru tetap bisa masuk tanpa harus memainkan dua game sebelumnya. Fans lama akan menemukan karakter, tema, dan bagian cerita yang familiar, tetapi Senua tetap dirancang agar dapat dipahami sebagai titik masuk baru.

Ninja Theory Ingin Merilis Game Lebih Sering

Menariknya, Senua ditargetkan rilis pada 2027, jarak yang cukup dekat dari perilisan Hellblade II pada Mei 2024. Ninja Theory menyebut hal ini sebagai keputusan yang disengaja, bukan karena proyek dikerjakan terburu-buru.

Studio tersebut merasa sudah memiliki teknologi, pipeline, tim, dan visi yang jelas setelah melewati proses panjang pengembangan Hellblade II. Dengan fondasi itu, mereka bisa bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Dom Matthews juga menyebut bahwa Ninja Theory ingin memberi pemain lebih banyak game dalam tempo yang lebih sehat. Menurutnya, menentukan waktu pengembangan yang tepat bisa memberi ruang untuk mengambil risiko kreatif, tanpa membuat proyek membengkak terlalu besar.

Senua Bisa Jadi Lompatan Terbesar untuk Ninja Theory

Senua terlihat seperti proyek yang cukup berani. Ia tidak meninggalkan warisan Hellblade, tetapi juga tidak ingin terjebak menjadi sekuel yang hanya mengulang formula lama.

Dengan combat yang lebih dalam, eksplorasi lebih luas, puzzle yang lebih terhubung dengan dunia, serta cerita yang tetap berpusat pada kondisi batin Senua, game ini berpotensi menjadi lompatan besar untuk Ninja Theory.

Keputusan untuk tidak memakai nama Hellblade III juga terasa masuk akal. Senua adalah lanjutan, tetapi juga titik perubahan. Ia membawa karakter yang sama ke bentuk permainan yang lebih besar, lebih bebas, dan lebih dekat dengan ekspektasi action-adventure modern.

Jika semua elemen ini berjalan sesuai ambisi Ninja Theory, Senua bisa menjadi salah satu rilisan paling menarik dari Xbox untuk 2027, sekaligus babak baru bagi salah satu karakter paling kuat yang pernah mereka ciptakan.

Baca Lebih Detail Disini: Xbox Wire

Previous
Into the Wind Diumumkan, Game Cozy Adventure yang Ajak Pemain Terbang Keliling Kepulauan Santa Rosa
Next
Final Fantasy VII Revelation Resmi Diumumkan, Babak Akhir Perjalanan Cloud Akan Hadir Pada Spring 2027

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

maxresdefault (9)
7 Game Mobile Juni 2026 yang Layak Dipantau, dari Pokémon Champions hingga RF Online Next
thumbnail2
Etheria Restart SS5 Summer Surprise Dimulai, Hadirkan Hard Mode Baru dan Lima Animus
thumbnail2
Review Coffee Talk Tokyo Indonesia Secangkir Cerita Fantasi di Tengah Hiruk-Pikuk Jepang
thumbnail2
Kickstarter Project GT Dipastikan Palsu, tetapi Gamenya Memang Asli
thumbnail2
Disambut Positif di Luar Negeri, Game Lokal RUNNING TRAIN Malah Dibajak di Negeri Sendiri

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Limbus Company Bahasa Indonesia Kini Tersedia Lewat Fansub Komunitas
thumbnail2
HoYoverse Menang Kasus Fitnah di China, Content Creator Dihukum Bayar Rp1,33 Miliar dan Minta Maaf Publik
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2