Main Game Saat Kerja, Damkar Ini Dihukum Selama 1 Bulan Penuh!

Main Board Game Saat Kerja, Damkar Ini Dihukum Selama 1 Bulan Penuh!

SHARE ARTIKEL INI

Sebuah kasus tak biasa mencuat dari Inazawa City Fire Department, di mana aktivitas yang terlihat sepele, yaitu bermain board game, justru berujung pada tindakan disipliner serius.

Alih-alih jadi hiburan, kegiatan tersebut berubah menjadi masalah karena dilakukan saat jam kerja dan melibatkan unsur paksaan dari atasan.

Dari Inisiatif Pribadi Jadi Kebiasaan Rutin

Insiden ini bermula dari seorang sersan yang membuat sendiri berbagai board game sederhana. Permainan tersebut dirancang dengan aturan yang terinspirasi dari game kartu dan kata-kata, lalu dimainkan bersama rekan kerja di markas.

Namun, yang awalnya mungkin dimaksudkan sebagai aktivitas santai, perlahan berubah menjadi rutinitas yang tidak bisa dihindari oleh anggota tim.

Tekanan Halus Hingga Terasa Wajib

Masalah utama muncul dari cara aktivitas ini dijalankan. Sejumlah anggota dilaporkan merasa terpaksa ikut bermain, bahkan saat waktu istirahat seperti jam tidur siang.

Bagi mereka yang menolak, suasana kerja menjadi tidak nyaman karena perlakuan dingin dari atasan. Situasi ini membuat aktivitas “main bareng” tersebut berubah menjadi bentuk tekanan di lingkungan kerja.

Terungkap Lewat Laporan Internal

Kasus ini akhirnya terkuak setelah salah satu staf melaporkannya pada awal 2025. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa praktik ini sudah berlangsung sejak pertengahan 2024.

Selama periode tersebut, tercatat ada sekitar 10 jenis board game buatan tangan yang digunakan. Bahkan, salah satu anggota diketahui menghabiskan total 35 jam bermain saat masih dalam jam dinas.

Sanksi untuk Banyak Pihak

Akibat kejadian ini, sersan terkait dijatuhi hukuman skorsing selama satu bulan. Selain itu, sembilan anggota lain, termasuk pejabat senior mendapat teguran tertulis karena ikut terlibat.

Menurut laporan dari Mainichi Shimbun dan Asahi Shimbun, tidak ditemukan unsur perjudian dalam aktivitas tersebut.

Reaksi Publik: Antara Aneh dan Serius

Kasus ini memancing berbagai reaksi di Jepang. Banyak yang merasa heran dengan detail kejadian, apalagi mengingat permainan dibuat hanya dari kertas sederhana.

Meski terdengar unik, inti masalahnya tetap serius: adanya penyalahgunaan posisi yang membuat rekan kerja berada dalam tekanan.

Pada akhirnya, kejadian ini menunjukkan bahwa bahkan aktivitas ringan seperti bermain game bisa menjadi masalah besar jika dilakukan dalam konteks yang tidak tepat.

Source: Automaton

Previous
RRQ Juara Turnamen Delta Force Asia Tenggara, Siap Tampil di Level Dunia
Next
Live Action Elden Ring Akan Rilis Tahun 2028! Berikut Cast Lengkapnya!

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

maxresdefault (9)
7 Game Mobile Juni 2026 yang Layak Dipantau, dari Pokémon Champions hingga RF Online Next
thumbnail2
Etheria Restart SS5 Summer Surprise Dimulai, Hadirkan Hard Mode Baru dan Lima Animus
thumbnail2
Review Coffee Talk Tokyo Indonesia Secangkir Cerita Fantasi di Tengah Hiruk-Pikuk Jepang
thumbnail2
Kickstarter Project GT Dipastikan Palsu, tetapi Gamenya Memang Asli
thumbnail2
Disambut Positif di Luar Negeri, Game Lokal RUNNING TRAIN Malah Dibajak di Negeri Sendiri

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Limbus Company Bahasa Indonesia Kini Tersedia Lewat Fansub Komunitas
thumbnail2
HoYoverse Menang Kasus Fitnah di China, Content Creator Dihukum Bayar Rp1,33 Miliar dan Minta Maaf Publik
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2