• Home
  • Game
  • Review Pragmata Indonesia, Eksperimen Berani Tapi Kurang Memuaskan?
Review Pragmata: Eksperimen Berani Tapi Kurang Memuaskan?

Review Pragmata Indonesia, Eksperimen Berani Tapi Kurang Memuaskan?

SHARE ARTIKEL INI

Di tengah genre third-person shooter yang mulai terasa “itu-itu saja”, Pragmata datang dengan pendekatan yang cukup nekat. Game ini tidak hanya mengandalkan tembak-menembak, tapi memaksa pemain berpikir cepat lewat sistem unik yang menggabungkan aksi dan puzzle secara real-time. Hasilnya? Sebuah pengalaman yang terasa segar, meski tidak sepenuhnya sempurna.

Dua Karakter, Satu Sistem Gameplay yang Tidak Biasa

Kita akan bermain sebagai Hugh Williams, seorang astronot yang terdampar di fasilitas penelitian di bulan. Situasi langsung memburuk, dan satu-satunya “sekutu” yang tersisa adalah android misterius berbentuk gadis kecil yang kemudian ia beri nama Diana.

Di sinilah identitas Pragmata mulai terasa. Dalam setiap pertempuran, kamu tidak hanya menembak seperti game shooter biasa. Saat membidik musuh, muncul grid hacking yang harus diselesaikan untuk membuka pertahanan robot. Sambil menyusun jalur hacking, kamu tetap harus bergerak, menghindar, dan menyerang secara bersamaan.

Kombinasi ini menciptakan tekanan konstan, kamu dipaksa membagi fokus antara strategi dan refleks. Awalnya terasa kacau, tapi setelah terbiasa, justru jadi daya tarik utama.

Sistem Combat Dalam, Tapi Butuh Adaptasi

Seiring progres, kompleksitas gameplay terus berkembang. Makin banyak senjata yang bisa kita gunakan, dari yang konvensional hingga yang punya fungsi taktis seperti memperkecil grid hacking musuh. Di sisi lain, Diana juga punya kemampuan tambahan lewat node dan mode hacking yang bisa mengubah gaya bermain secara signifikan.

Setiap pertarungan terasa seperti teka-teki yang harus dipecahkan di tengah kekacauan. Kadang kamu harus memilih: selesaikan hacking sekarang atau mundur untuk cari posisi aman?

Namun, tidak semua terasa mulus. Di beberapa momen, kontrol terasa agak kaku, dan repetisi mulai terasa di bagian akhir. Meski begitu, sistem dasarnya cukup kuat untuk tetap membuat combat terasa engaging, walaupun semakin lama, kesan repetitive lumayan muncul ya, tapi masih ditahap wajar dan tidak terlalu mengganggu.

Hub “Shelter” dan Hubungan Karakter yang Jadi Inti Cerita

Di luar pertempuran, kamu akan sering kembali ke sebuah hub bernama Shelter. Tempat ini bukan hanya untuk upgrade senjata dan kemampuan, tapi juga jadi ruang perkembangan hubungan antara Hugh dan Diana.

Interaksi mereka jadi salah satu kekuatan utama cerita. Meski premisnya terdengar familiar, figur dewasa dan anak dalam situasi berbahaya, yang menonjolkan sisi ayah dan putrinya, eksekusinya cukup hangat dan terasa manusiawi. Diana tampil sebagai karakter yang penuh rasa ingin tahu, sementara Hugh perlahan membuka diri seiring perjalanan.

Cerita memang tidak selalu dalam atau revolusioner, tapi cukup efektif untuk menjaga keterikatan pemain.

Dunia Futuristik yang Menarik, Tapi Kurang Variasi

Setting utama berupa fasilitas bulan yang dipenuhi teknologi 3D printing memberi nuansa sci-fi yang grounded. Beberapa area bahkan menghadirkan lingkungan buatan seperti kota atau pantai simulasi, memberi variasi visual yang menarik.

Sayangnya, eksplorasi terkadang terasa kurang terarah. Navigasi tidak selalu jelas, dan beberapa area bisa terasa membingungkan saat backtracking. Untungnya, masih ada reward berupa item dan upgrade yang membuat eksplorasi tetap terasa worth it, tapi memang terkadang gua merasa dunianya itu-itu aja, gua berharap ada situasi yang fresh dan membuat kita terasa ada diluar kapal angkasa, since katanya dunia dalam game ini adalah replika, gua berharap ada map yang benar benar bikin kita sebagai player merasa berbeda dari map-map lainnya.

Eksperimen yang Tidak Sempurna, Tapi Layak Dicoba

Pragmata mungkin tidak akan jadi game yang sempurna di semua aspek. Ceritanya cenderung sederhana, beberapa mekanik terasa repetitif, dan butuh waktu untuk benar-benar “klik”.

Tapi di sisi lain, game ini berani mencoba sesuatu yang berbeda. Sistem combat yang menggabungkan aksi dan puzzle secara simultan jarang ditemukan di genre ini, dan berhasil memberikan pengalaman yang benar-benar unik.

Kalau kamu mencari game shooter yang tidak sekadar soal aim dan tembak, Pragmata jelas jadi salah satu rilisan paling menarik untuk dicoba tahun ini.

THE GOOD THE BAD
  • Gameplay Unik & Segar: Kombinasi shooter dan puzzle hacking real-time terasa berbeda dari game sejenis.
  • Combat Menantang: Memaksa pemain membagi fokus antara strategi dan refleks secara bersamaan.
  • Sistem Progression Variatif: Senjata dan kemampuan Diana membuka banyak gaya bermain.
  • Dinamika Karakter Kuat: Interaksi Hugh dan Diana terasa hangat dan jadi daya tarik utama cerita.
  • Visual Sci-Fi Menarik: Dunia futuristik dengan konsep 3D printing menghadirkan identitas yang unik.
  • Butuh Adaptasi: Mekanik gameplay terasa membingungkan di awal dan tidak langsung “klik”.
  • Kontrol Kurang Halus: Beberapa momen terasa kaku saat pertempuran intens.
  • Repetitif di Akhir: Variasi gameplay mulai terasa menurun menjelang late game.
  • Eksplorasi Kurang Terarah: Navigasi dan backtracking terkadang membingungkan.
  • Cerita Cenderung Sederhana: Tidak terlalu dalam atau revolusioner.
Verdict Akhir LAYAK DICOBA
Untuk Pecinta Shooter dengan Twist Unik
Previous
Gak Perlu Wajib Online Sebulan Sekali, Sony Playstation Akhirnya Angkat Bicara Soal DRM Terbaru!
Next
Update Terbaru PlayStation 5 Picu Kebingungan Soal Akses Game Digital, Wajib Online 1 Kali Tiap Bulan

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

Mini Tank Mayhem Resmi Rilis Hari Ini! Ketika Tower Defense Ketemu Deckbuilder yang Bikin Nagih
Mini Tank Mayhem Resmi Rilis Hari Ini! Ketika Tower Defense Ketemu Deckbuilder yang Bikin Nagih
Gak Perlu Wajib Online Sebulan Sekali, Sony Playstation Akhirnya Angkat Bicara Soal DRM Terbaru!
Gak Perlu Wajib Online Sebulan Sekali, Sony Playstation Akhirnya Angkat Bicara Soal DRM Terbaru!
Review Pragmata: Eksperimen Berani Tapi Kurang Memuaskan?
Review Pragmata Indonesia, Eksperimen Berani Tapi Kurang Memuaskan?
Update Terbaru PS5 Picu Kebingungan Soal Akses Game Digital, Wajib Online 1 Kali Tiap Bulan
Update Terbaru PlayStation 5 Picu Kebingungan Soal Akses Game Digital, Wajib Online 1 Kali Tiap Bulan
Bonus Pre-Order Assassin’s Creed Black Flag Resynced, Apa Saja Isinya?
Bonus Pre-Order Assassin’s Creed Black Flag Resynced, Apa Saja Isinya?

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
MONGIL: STAR DIVE Wiki & Guide Lengkap Indonesia (Tier List, Reroll, Build, Redeem Code, Review 2026)
thumbnail2
Rumor Guardian Tales Dinyatakan Gagal, Masuk Daftar Proyek Mati Bersama Project OS dan Kong82
drama bodoh
Waifu Direbut NPC?! Ini 4 Drama "NTR" Game Gacha Paling Konyol yang Bikin Player China Ngamuk Brutal!
thumbnail2
Tier List MONGIL: STAR DIVE Indonesia Terbaru ( Story, Conquest, Dimensional Rift )
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
Mini Tank Mayhem Resmi Rilis Hari Ini! Ketika Tower Defense Ketemu Deckbuilder yang Bikin Nagih
Gak Perlu Wajib Online Sebulan Sekali, Sony Playstation Akhirnya Angkat Bicara Soal DRM Terbaru!
Update Terbaru PS5 Picu Kebingungan Soal Akses Game Digital, Wajib Online 1 Kali Tiap Bulan
Bonus Pre-Order Assassin’s Creed Black Flag Resynced, Apa Saja Isinya?
Semua Yang Perlu Kalian Ketahui Tentang Assassin’s Creed Black Flag Resynced, Siap Rilis Juli, Versi Lebih Modern dari Petualangan Klasik
thumbnail2