Di tengah genre third-person shooter yang mulai terasa “itu-itu saja”, Pragmata datang dengan pendekatan yang cukup nekat. Game ini tidak hanya mengandalkan tembak-menembak, tapi memaksa pemain berpikir cepat lewat sistem unik yang menggabungkan aksi dan puzzle secara real-time. Hasilnya? Sebuah pengalaman yang terasa segar, meski tidak sepenuhnya sempurna.
Dua Karakter, Satu Sistem Gameplay yang Tidak Biasa

Kita akan bermain sebagai Hugh Williams, seorang astronot yang terdampar di fasilitas penelitian di bulan. Situasi langsung memburuk, dan satu-satunya “sekutu” yang tersisa adalah android misterius berbentuk gadis kecil yang kemudian ia beri nama Diana.
Di sinilah identitas Pragmata mulai terasa. Dalam setiap pertempuran, kamu tidak hanya menembak seperti game shooter biasa. Saat membidik musuh, muncul grid hacking yang harus diselesaikan untuk membuka pertahanan robot. Sambil menyusun jalur hacking, kamu tetap harus bergerak, menghindar, dan menyerang secara bersamaan.
Kombinasi ini menciptakan tekanan konstan, kamu dipaksa membagi fokus antara strategi dan refleks. Awalnya terasa kacau, tapi setelah terbiasa, justru jadi daya tarik utama.
Sistem Combat Dalam, Tapi Butuh Adaptasi
Seiring progres, kompleksitas gameplay terus berkembang. Makin banyak senjata yang bisa kita gunakan, dari yang konvensional hingga yang punya fungsi taktis seperti memperkecil grid hacking musuh. Di sisi lain, Diana juga punya kemampuan tambahan lewat node dan mode hacking yang bisa mengubah gaya bermain secara signifikan.
Setiap pertarungan terasa seperti teka-teki yang harus dipecahkan di tengah kekacauan. Kadang kamu harus memilih: selesaikan hacking sekarang atau mundur untuk cari posisi aman?
Namun, tidak semua terasa mulus. Di beberapa momen, kontrol terasa agak kaku, dan repetisi mulai terasa di bagian akhir. Meski begitu, sistem dasarnya cukup kuat untuk tetap membuat combat terasa engaging, walaupun semakin lama, kesan repetitive lumayan muncul ya, tapi masih ditahap wajar dan tidak terlalu mengganggu.
Hub “Shelter” dan Hubungan Karakter yang Jadi Inti Cerita
Di luar pertempuran, kamu akan sering kembali ke sebuah hub bernama Shelter. Tempat ini bukan hanya untuk upgrade senjata dan kemampuan, tapi juga jadi ruang perkembangan hubungan antara Hugh dan Diana.
Interaksi mereka jadi salah satu kekuatan utama cerita. Meski premisnya terdengar familiar, figur dewasa dan anak dalam situasi berbahaya, yang menonjolkan sisi ayah dan putrinya, eksekusinya cukup hangat dan terasa manusiawi. Diana tampil sebagai karakter yang penuh rasa ingin tahu, sementara Hugh perlahan membuka diri seiring perjalanan.
Cerita memang tidak selalu dalam atau revolusioner, tapi cukup efektif untuk menjaga keterikatan pemain.
Dunia Futuristik yang Menarik, Tapi Kurang Variasi
Setting utama berupa fasilitas bulan yang dipenuhi teknologi 3D printing memberi nuansa sci-fi yang grounded. Beberapa area bahkan menghadirkan lingkungan buatan seperti kota atau pantai simulasi, memberi variasi visual yang menarik.
Sayangnya, eksplorasi terkadang terasa kurang terarah. Navigasi tidak selalu jelas, dan beberapa area bisa terasa membingungkan saat backtracking. Untungnya, masih ada reward berupa item dan upgrade yang membuat eksplorasi tetap terasa worth it, tapi memang terkadang gua merasa dunianya itu-itu aja, gua berharap ada situasi yang fresh dan membuat kita terasa ada diluar kapal angkasa, since katanya dunia dalam game ini adalah replika, gua berharap ada map yang benar benar bikin kita sebagai player merasa berbeda dari map-map lainnya.
Eksperimen yang Tidak Sempurna, Tapi Layak Dicoba
Pragmata mungkin tidak akan jadi game yang sempurna di semua aspek. Ceritanya cenderung sederhana, beberapa mekanik terasa repetitif, dan butuh waktu untuk benar-benar “klik”.
Tapi di sisi lain, game ini berani mencoba sesuatu yang berbeda. Sistem combat yang menggabungkan aksi dan puzzle secara simultan jarang ditemukan di genre ini, dan berhasil memberikan pengalaman yang benar-benar unik.
Kalau kamu mencari game shooter yang tidak sekadar soal aim dan tembak, Pragmata jelas jadi salah satu rilisan paling menarik untuk dicoba tahun ini.








