Santa Monica Studio akhirnya membuka babak baru untuk franchise God of War. Namun kali ini, sorotan tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Kratos maupun Atreus. Lewat God of War Laufey, pemain akan diajak melihat sisi lain dari saga ini melalui sosok Faye, istri Kratos sekaligus ibu dari Atreus.
Sony Interactive Entertainment bersama Santa Monica Studio resmi mengumumkan God of War Laufey untuk PlayStation 5. Game ini disebut sebagai chapter berikutnya dari seri God of War, tetapi belum memiliki tanggal rilis resmi.
Keputusan menjadikan Faye sebagai karakter utama jelas menjadi langkah menarik. Selama ini, kehadirannya lebih banyak terasa lewat warisan, ingatan, dan pengaruhnya terhadap perjalanan Kratos serta Atreus. Kini, karakter yang juga dikenal sebagai Laufey tersebut akhirnya mendapat ruang utama untuk menceritakan kisahnya sendiri.
Faye Bangkit di Dunia Setelah Kematian
Cerita God of War Laufey dimulai dari premis yang cukup kuat: kematian ternyata bukan akhir bagi Faye. Setelah prosesi pemakamannya, ia justru terbangun di sebuah tempat asing yang berada di luar pemahamannya.
Di sana, Faye mengetahui bahwa rencana yang ia susun untuk melindungi Kratos dan Atreus mulai terancam. Demi menyelamatkan orang-orang yang ia cintai, Faye harus menembus sebuah alam bernama The Everywhen, tempat yang digambarkan sebagai afterlife bagi para dewa.
The Everywhen bukan sekadar dunia setelah kematian biasa. Tempat ini menjadi titik awal dan akhir dari aliran sihir, sebuah realm transenden yang mempertemukan dewa, makhluk, dan kekuatan dari berbagai mitologi. Namun alih-alih menjadi tempat damai, wilayah tersebut dipenuhi konflik, sihir berbahaya, dan sosok-sosok kuat yang saling berebut pengaruh.
Dalam perjalanannya, Faye akan menghadapi ancaman dari berbagai mitologi, termasuk dua dewa yang sudah diperlihatkan sekilas, yaitu Sekhmet dan Begtse. Keduanya disebut tidak menyambut kehadiran Faye dengan ramah.
God of War dengan Rasa Baru, Tapi Tetap Brutal

Meski protagonisnya berubah, Santa Monica Studio menegaskan bahwa God of War Laufey tetap membawa fondasi utama seri ini. Combat yang brutal, eksplorasi dunia yang indah, serta cerita yang emosional masih menjadi pilar penting dari pengalaman yang ingin mereka bangun.
Yang berbeda adalah cara Faye bertarung. Sebagai Golden Hand of the Jotnar, Faye digambarkan sebagai warrior legendaris yang pernah berdiri sejajar dengan sosok sekuat Thor. Karena itu, gameplay-nya dirancang agar terasa cepat, tajam, dan penuh tekanan.
Tim developer menyebut mereka menggabungkan fluiditas dari era Yunani dengan pendekatan world-building dan kedekatan karakter dari era Norse. Hasilnya diharapkan memberi rasa familiar bagi penggemar lama, tetapi tetap punya identitas baru yang membedakan Faye dari Kratos.
Faye juga memiliki mobilitas lebih tinggi. Ia dapat bergerak lebih bebas antara serangan di darat dan udara tanpa memutus tempo pertarungan. Dengan gaya seperti ini, pemain akan didorong untuk menjaga momentum, menyerang secara agresif, sekaligus memanfaatkan kecepatan dan kontrol untuk menguasai arena.
Kekuatan Jiwa dan Pedang Legendaris
Sebagai mantan pemilik Leviathan Axe, Faye bukan sosok asing dengan senjata legendaris. Dalam petualangannya di The Everywhen, ia nantinya akan mendapatkan kepercayaan dari Rue, penjaga sebuah pedang kuat, untuk menggunakan senjata tersebut dalam upaya melarikan diri dari penjara.
Pedang ini menjadi salah satu bagian penting dari identitas tempur Faye. Di tangannya, senjata tersebut digunakan untuk menciptakan aliran serangan yang cepat, presisi, dan terus menekan musuh.
Namun kekuatan Faye tidak berhenti pada senjata. Sebagai pelindung terkuat para Giant dari Jotunheim, ia memiliki kemampuan sihir besar, termasuk kekuatan yang berhubungan dengan jiwa.
Di The Everywhen, kemampuan itu menjadi jauh lebih kuat. Faye dapat menghantam musuh dengan telapak emasnya hingga memisahkan jiwa dari tubuh mereka. Setelah itu, pemain bisa menyerang jiwa tersebut secara langsung, memanfaatkannya untuk combo, atau bahkan mengarahkannya ke musuh lain.
Sistem ini terdengar seperti salah satu elemen combat yang akan menjadi ciri khas God of War Laufey, terutama bagi pemain yang suka bereksperimen dengan variasi serangan.
Faye Tidak Akan Bertarung Sendirian
Deborah Ann Woll kembali memerankan Faye setelah sebelumnya tampil dalam God of War Ragnarok. Namun dalam game ini, Faye tidak akan menjalani perjalanannya seorang diri.
Ia akan bertemu dua companion baru tidak lama setelah terbangun di The Everywhen. Yang pertama adalah Phranque, sebuah cosmic cube penuh rasa ingin tahu yang diperankan oleh Jack Quaid. Karakter ini digambarkan memiliki sifat tulus dan rela melakukan apa pun untuk melindungi teman-temannya serta makhluk-makhluk di The Everywhen.
Companion kedua adalah Rue, diperankan oleh Perlina Lau. Rue merupakan enchanted ribbon guardian yang bertugas menjaga sebuah pedang dengan kekuatan besar agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Bersama dua karakter ini, Faye akan menelusuri rahasia The Everywhen dan mencari jalan keluar dari tempat yang bisa terasa seperti surga, tetapi juga bisa berubah menjadi penjara.
Bab Baru untuk Franchise God of War
God of War Laufey terasa seperti langkah berani dari Santa Monica Studio. Alih-alih langsung melanjutkan kisah dari sudut pandang Kratos atau Atreus, mereka memilih membuka ruang bagi karakter yang selama ini sangat penting, tetapi belum sepenuhnya dieksplorasi sebagai protagonis.
Faye bukan sekadar bagian dari masa lalu Kratos. Ia adalah sosok yang meninggalkan jejak besar di Nine Realms, memiliki hubungan kuat dengan para Giant, dan menyimpan banyak lapisan cerita yang belum dibuka sepenuhnya.
Dengan The Everywhen sebagai panggung baru, God of War Laufey juga memberi kesempatan bagi seri ini untuk memperluas mitologinya. Kehadiran dewa dan makhluk dari berbagai kepercayaan membuat game ini berpotensi menjadi titik awal eksplorasi yang lebih luas untuk masa depan franchise.
Untuk saat ini, Sony dan Santa Monica Studio belum mengumumkan jadwal rilis God of War Laufey. Namun dengan Faye sebagai pusat cerita, combat yang lebih lincah, serta dunia afterlife para dewa yang penuh misteri, game ini sudah terasa seperti salah satu proyek PS5 yang layak masuk radar sejak dini.

