• Home
  • Review
  • Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection Indonesia — Gameplay Gokil, Cerita Kureng Nendang!

Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection Indonesia — Gameplay Gokil, Cerita Kureng Nendang!

SHARE ARTIKEL INI

Underboard Media — Dalam dunia RPG, jarang ada game yang benar-benar “kena” di gameplay tapi masih terasa setengah matang di sisi lain. Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection adalah contoh yang cukup jelas dari fenomena tersebut.

Game ini berhasil menghadirkan loop gameplay yang sangat adiktif, namun di saat yang sama masih menyisakan beberapa kekurangan yang cukup terasa, terutama di aspek cerita dan side content.

Gameplay Loop yang Jadi Kekuatan Utama

Kalau kamu pernah main seri sebelumnya, formula dasarnya masih sama:

  • Cari Monster Dens
  • Ambil telur
  • Tetasin jadi companion
  • Gunakan dalam combat

Namun di versi ini, sistem tersebut terasa jauh lebih matang.

Tambahan seperti:

  • Gene system yang memengaruhi skill & pasif
  • Stamina system baru untuk strategi battle
  • Habitat Restoration (memulihkan ekosistem area)

membuat gameplay terasa lebih hidup dan punya tujuan jelas.

Loop ini bahkan bisa dibilang jadi salah satu yang paling satisfying di genre monster-battling RPG saat ini .

Eksplorasi & Map Design yang Menyenangkan

Salah satu hal yang paling menonjol adalah desain map.

Eksplorasi terasa rewarding karena:

  • Banyak rahasia tersembunyi
  • Variasi area yang menarik
  • Sistem siang/malam yang memengaruhi gameplay

Ditambah lagi dengan mekanik seperti:

  • Mencari Invasive Monsters
  • Menyelamatkan spesies langka
  • Unlock monster baru untuk tim

Ini bikin eksplorasi gak sekadar jalan-jalan, tapi punya impact langsung ke progres game.

Sistem Progression yang Terintegrasi

Yang menarik, semua sistem di game ini saling terhubung:

  • Monster → material → gear
  • Gear → skill → gameplay
  • Ekosistem → unlock monster baru

Jadi walaupun kamu gak pakai monster tertentu, tetap ada alasan buat “berinteraksi” dengan mereka.

Ini bikin progres terasa organik, bukan sekadar grinding tanpa arah.

Tapi… Ceritanya Kurang Maksimal

Sayangnya, di balik gameplay yang kuat, bagian cerita justru terasa kurang konsisten.

Game ini sebenarnya punya premis menarik:

  • Konflik dua negara (Azuria vs Vermeil)
  • Isu politik & hubungan antar wilayah

Namun:

  • Pengembangannya terasa dangkal
  • Banyak momen penting tidak dieksplor lebih jauh
  • Hanya terasa kuat di awal dan akhir cerita

Padahal, potensi storytelling-nya sebenarnya besar.

Side Quest Kurang Variatif

Masalah lain ada di side content:

  • Side quest cenderung repetitif
  • Struktur misi hampir selalu sama
  • Kurang variasi gameplay

Memang ada Side Stories karakter, tapi:

  • Polanya terlalu mirip satu sama lain
  • Ceritanya kurang memorable

Akibatnya, side content terasa seperti filler dibanding konten utama.

Endgame & Aktivitas Tambahan Justru Menarik

Menariknya, justru di bagian lain game ini kembali “naik level”:

  • Hunt Elder Dragons
  • Super Boss (lebih sulit dari final boss)
  • Unlock monster langka

Ini bikin pemain yang suka tantangan tetap punya alasan kuat untuk lanjut bermain setelah tamat.

Kesimpulan

THE GOOD THE BAD
  • Gameplay Loop Adiktif: Mekanik restorasi habitat dan combat bikin nagih.
  • Progression & Eksplorasi: Sistem progres solid dan eksplorasi map yang sangat rewarding.
  • Konten Endgame: Tersedia banyak konten menantang setelah cerita utama selesai.
  • Ramah Pendatang Baru: Sangat aksesibel bahkan bagi yang tidak mengikuti franchise Monster Hunter.
  • Visual Jempolan: Detail dunia dan efek kristalisasi sangat memanjakan mata.
  • Narasi Kurang Maksimal: Cerita dan karakter terasa kurang impactful bagi pemain.
  • Side Quest Repetitif: Masih banyak misi sampingan yang terasa membosankan.
  • Pacing Masalah: Alur cerita di pertengahan terkadang terasa lambat.
Verdict Akhir LAYAK DIBELI
Bagi Penyuka JRPG

Previous
Dragon Sword Batal Jadi Gacha, Hound13 Pilih Rilis Ulang di Steam sebagai Game Berbayar
Next
Review Star Savior Indonesia Game Fans Service Santai Tahun 2026

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Update Terbaru Wuthering Waves 3.4 Rilis 8 Juni 2026, Kolaborasi Cyberpunk: Edgerunners Hadir
Pria Jepang Ditangkap Setelah Ancam Ledakkan Kantor Nintendo
Pria Jepang Ditangkap Setelah Ancam Ledakkan Kantor Nintendo
Project Rabbit, Soulslike Gelap ala Alice in Wonderland dari Korea Selatan Resmi Diperkenalkan
Project Rabbit, Soulslike Gelap ala Alice in Wonderland dari Korea Selatan Resmi Diperkenalkan
Demo The Adventures of Elliot: The Millennium Tales Resmi Dirilis! Bisa kalian coba sekarang!
Demo The Adventures of Elliot: The Millennium Tales Resmi Dirilis! Bisa kalian coba sekarang!
China Resmi Punya GPU Gaming Baru, Lisuan LX 7G100 Mulai Tantang Dominasi NVIDIA
China Resmi Punya GPU Gaming Baru, Lisuan LX 7G100 Mulai Tantang Dominasi NVIDIA

TRENDING ARTICLE

5 game gacha jadul
Menolak Mati: 5 Game Gacha "Sepuh" yang Tetap Kokoh di Tahun 2026
6 game gagal tapi comeback
Pas Rilis Dihina, Sekarang Dihargai! 6 Game Comeback Terbesar yang Berhasil "Tobat"!
thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Limbus Company Bahasa Indonesia Kini Tersedia Lewat Fansub Komunitas
thumbnail2
7 Game Mobile Baru Mei 2026 yang Wajib Dicoba, Ada Game of Thrones dan Slime Rancher
Review Pragmata: Eksperimen Berani Tapi Kurang Memuaskan?
Review Flydigi Direwolf 4: Controller Budget Alternatif Apex 5
Review Flydigi Apex 5: Controller Terbaik Buat Kalian Yang Punya Budget!
Kuloniku thumbnail
Crimson Desert Indonesia Review, GOTY Dihati tapi Bukan Untuk Industri
thumbnail2