Dunia Alice in Wonderland kembali diangkat ke video game, tapi kali ini tampil jauh lebih gelap dan brutal. Studio asal Korea Selatan, Novaflare, baru saja memperlihatkan proyek perdana mereka yang diberi nama Project Rabbit, sebuah action RPG bergaya soulslike dengan sentuhan extraction dan survival.
Trailer perdananya dirilis pada 14 Mei lalu dan langsung menarik perhatian karena atmosfernya yang unik. Bukan sekadar fantasy biasa, Project Rabbit mencoba menggabungkan nuansa dongeng klasik dengan dunia penuh kegilaan, monster mengerikan, dan pertarungan intens khas genre soulslike.
Menariknya lagi, game ini menjadi debut dari Novaflare, studio baru yang dibentuk oleh para mantan developer NC, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai NCSoft.
Soulslike dengan Sistem Extraction dan Survival
Kalau biasanya game soulslike fokus pada eksplorasi dan pertarungan menantang, Project Rabbit mencoba menambahkan formula extraction ke dalam gameplay-nya.
Pemain nantinya akan masuk ke area berbahaya untuk bertarung, mencari harta, lalu berusaha keluar hidup-hidup sambil membawa loot yang berhasil didapat. Konsep ini membuat setiap perjalanan terasa punya risiko tinggi, karena gagal kabur bisa berarti kehilangan hasil eksplorasi.
Di halaman Steam-nya, Novaflare menyebut dunia game ini sebagai “Abyss of Time”, sebuah tempat yang menjadi gabungan dari berbagai dimensi dan dunia berbeda. Seluruh makhluk di sana digambarkan telah kehilangan kewarasan, sementara pemain akan bertarung bersama Alice untuk menghadapi ancaman tersebut sekaligus mengungkap misteri yang tersembunyi.
Nuansa Alice in Wonderland yang Dibuat Lebih Kelam
Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian dari trailer Project Rabbit adalah desain dunianya. Game ini mengusung interpretasi dark fantasy dari Alice in Wonderland, tapi dikombinasikan dengan berbagai elemen budaya Timur dan Barat.
Dalam beberapa adegan, terlihat kastil bergaya Eropa berdiri berdampingan dengan rumah tradisional Korea beratap genteng. Ada juga kemunculan jangseung, totem penjaga desa khas Korea, yang ditempatkan di lingkungan bernuansa fantasy barat lengkap dengan kereta kuda klasik.
Perpaduan visual ini membuat dunia Project Rabbit terasa cukup berbeda dibanding game soulslike lain yang biasanya hanya berfokus pada satu tema budaya tertentu.
Pertarungan Brutal dengan Boss Multi-Phase
Dari trailer yang diperlihatkan, sistem combat Project Rabbit tampaknya cukup familiar bagi penggemar genre soulslike. Pemain harus membaca pola serangan musuh, melakukan dodge di timing yang tepat, hingga memanfaatkan parry untuk membuka celah serangan balik.
Beberapa pertarungan boss juga terlihat menggunakan sistem multi-phase, di mana pola serangan dan intensitas pertarungan berubah di tengah battle. Elemen survival pun ikut berperan, membuat setiap encounter terasa lebih menegangkan.
Novaflare juga menjanjikan kebebasan build karakter lewat kombinasi berbagai senjata, equipment, dan skill yang bisa dicoba pemain untuk menciptakan gaya bertarung masing-masing.
Hadirkan Co-op, PvP, dan Cross-Platform

Selain mode single-player, Project Rabbit juga akan mendukung fitur online multiplayer. Pemain nantinya bisa bermain co-op bersama teman maupun terlibat dalam PvP melawan pemain lain.
Yang cukup menarik, game ini juga direncanakan memiliki fitur cross-platform multiplayer serta dukungan hingga 10 bahasa termasuk bahasa Inggris.
Sayangnya, sampai saat ini Novaflare masih belum mengumumkan jadwal rilis resmi maupun platform lengkap untuk Project Rabbit. Namun melihat konsep dan atmosfer yang ditawarkan, game ini sudah mulai masuk radar banyak penggemar soulslike sejak trailer pertamanya muncul.


