Satu lagi game indie unik yang datang dari Jepang. Developer solo Neruneko baru saja membuka Steam Page untuk game terbarunya, Hyakushaku-sama, yang langsung mencuri perhatian karena konsepnya yang nyeleneh.
Kalau biasanya urban legend Jepang identik dengan nuansa seram, game ini justru mengambil arah sebaliknya. Terinspirasi dari legenda Hachishaku-sama, sosok wanita tinggi yang terkenal menyeramkan, versi di sini malah “dibesarkan” jadi sekitar 30 Meter, dan bukannya makin horor, malah terasa absurd.
Pemain akan berperan sebagai mahasiswa yang datang ke desa terpencil untuk mengunjungi keluarganya. Desa tersebut punya cerita lama soal wanita raksasa yang dulu disegel karena membahayakan warga. Masalahnya, kedatanganmu justru bertepatan dengan kemunculan kembali sosok tersebut.
Alih-alih dibawa ke suasana tegang, game ini justru sering melempar pemain ke situasi yang sulit ditebak. Dari cara warga menghadapi ancaman yang tidak biasa, sampai interaksi dengan sang “wanita raksasa” yang kadang terasa konyol, semuanya dibangun dengan pendekatan yang jauh dari horor konvensional.
Dari sisi gameplay, Hyakushaku-sama mengusung format point-and-click sederhana yang bisa dimainkan hanya dengan mouse. Bahkan, keseluruhan pengalaman dirancang cukup singkat dan bisa diselesaikan dalam sekali main.
Menariknya, sang developer juga mengakui penggunaan AI generatif dalam proses pembuatan beberapa aset visual. Meski begitu, arah visual dan konsep yang ditawarkan tetap terasa khas dan punya identitas sendiri.
Game ini direncanakan rilis pada tahun 2026 untuk PC via Steam. Untuk saat ini, dukungan bahasa masih terbatas di Jepang, jadi belum jelas apakah akan tersedia opsi bahasa lain saat peluncuran nanti.
Dengan pendekatan yang lebih santai dan penuh kejutan, Hyakushaku-sama jelas bukan horor biasa—dan justru itu yang bikin menarik.