The Adventures of Elliot: The Millennium Tales menjadi salah satu game Square Enix yang cukup menarik perhatian, terutama karena visual pixel-nya yang indah dan nuansa petualangan klasik yang langsung terasa sejak awal permainan.
Tapi sebelum kita mulai, gua mau mengucapkan terimakasih terlebih dahulu untuk Square Enix, dan Bandai Namco yang sudah memberikan Underboard kesempatan untuk membuat review untuk game The Adventures of Elliot: The Millennium Tales.
Awalnya, gua tidak memiliki ekspektasi besar terhadap game ini. Gua tidak pernah melihat trailer game ini, jadi gua bener bener gak tau ini game apa, Bahkan sebelum memainkannya, gua sempat mengira bahwa The Adventures of Elliot: The Millennium Tales adalah game RPG turn-based seperti beberapa game Square Enix lain yang membawa pendekatan visual retro-modern. Namun ternyata, game ini hadir sebagai sebuah action RPG yang lebih ringan, simpel, dan cukup menyenangkan untuk dimainkan.
Review ini dibuat berdasarkan pengalaman gua mainin game ini dalam versi full release di PS5, dengan total waktu bermain sekitar 18 jam hingga tamat, menggunakan difficulty normal. Review ini juga dibuat spoiler-free, sehingga aman untuk dibaca oleh pemain yang belum memainkan gamenya.
Table of Contents
Petualangan Action RPG yang Santai dan Mudah Dinikmati

Secara garis besar, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales adalah action RPG yang berfokus pada pertarungan, eksplorasi, dan upgrade skill karakter kita. Game ini tidak mencoba menjadi RPG yang terlalu kompleks. Justru, daya tarik utamanya ada pada pengalaman bermain yang ringan dan mudah dipahami.
Sejak awal permainan, game ini cukup cepat menarik perhatian. Kontrolnya mudah dikuasai, pertarungannya tidak terlalu rumit, dan alur permainannya langsung membawa pemain ke dalam petualangan Elliot sebagai seorang adventurer.
Dalam satu kalimat, pengalaman memainkan game ini bisa digambarkan sebagai:
“Sebuah pengalaman indah yang menyenangkan, namun cukup repetitif saat mendekati tamat.”
Kalimat tersebut cukup mewakili keseluruhan pengalaman bermain game ini. The Adventures of Elliot: The Millennium Tales punya pesona yang kuat di awal, terutama dari visual dan atmosfernya. Namun semakin lama dimainkan, beberapa kelemahannya mulai terlihat, terutama dari sisi repetisi gameplay dan desain dunianya.
Visual Pixel yang Sangat Indah dan Menenangkan
Salah satu nilai jual terbesar dari The Adventures of Elliot: The Millennium Tales jelas ada pada visualnya. Walaupun menggunakan gaya pixelated, game ini terlihat sangat indah, bersih, dan menenangkan.
Di tengah banyak game modern yang berusaha tampil realistis, Square Enix justru kembali menghadirkan visual pixel yang terasa segar. Gaya visual seperti ini membuat game ini terasa cukup berbeda dari kebanyakan game besar saat ini. Bukan hanya sekadar nostalgia, tetapi juga punya identitas yang cukup kuat.
Secara visual, game ini bisa mengingatkan kita pada game seperti Sea of Stars atau Octopath Traveler, terutama dari bagaimana visual klasik dipadukan dengan pencahayaan dan presentasi modern. Namun The Adventures of Elliot: The Millennium Tales tetap punya pesonanya sendiri, terutama dari atmosfer petualangan yang terasa hangat.
Desain karakter juga menjadi salah satu bagian yang cukup menarik. Karakternya punya nuansa anime era 2000-an yang terasa nostalgic, seperti game-game JRPG klasik di era PS1 atau PS2 awal. Sayangnya, desain monster dan variasi dunianya tidak sekuat desain karakternya. Semakin lama dimainkan, beberapa area dan musuh mulai terasa mirip satu sama lain.
Cerita Sederhana dengan Nuansa JRPG Klasik
Dari sisi cerita, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru. Ceritanya tergolong sederhana, mudah dipahami, dan tidak terlalu kompleks.
Namun, kesederhanaan ini tidak sepenuhnya menjadi kekurangan. Untuk pemain yang ingin menikmati game santai tanpa harus terlalu banyak berpikir, cerita game ini masih cukup nyaman untuk diikuti. Daya tarik utamanya ada pada perjalanan Elliot sebagai seorang adventurer yang menjelajahi dunia dan menghadapi berbagai konflik di dalamnya.
Salah satu karakter yang cukup menarik adalah Princess Heuria. Ia digambarkan sebagai sosok pemimpin yang sangat peduli terhadap rakyatnya, bahkan rela mengorbankan banyak hal demi mereka. Karakter seperti ini membawa nuansa JRPG klasik yang familiar, terutama bagi pemain yang tumbuh dengan game-game era lama.
Dialog dalam game ini juga cukup natural dan masih menarik untuk diikuti. Tidak ada karakter yang benar-benar terasa menyebalkan atau buruk. Hanya saja, dari sisi worldbuilding, game ini terasa biasa saja. Dunia yang dibangun belum cukup kuat untuk meninggalkan kesan mendalam setelah game tamat.
Begitu juga dengan cerita utamanya. Walaupun mudah dinikmati, tidak ada momen naratif yang benar-benar terasa sangat membekas.
Combat Mudah Dikuasai, Tapi Cepat Terasa Repetitif
Sebagai action RPG, combat dalam The Adventures of Elliot: The Millennium Tales terasa cukup menyenangkan di awal permainan. Sistemnya mudah dipahami dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dikuasai.
Ada satu sistem yang cukup menarik, dimana kita bisa mengumpulkan stack passive “Drop Bonus” jika kita berhasil mengalahkan musuh secara strike tanpa terkena hit, jika kita berhasil meningkatkan “Drop Bonus” item yang kita dapatkan akan semakin banyak dan bagus dari setiap musuh yang berhasil kita kalahkan.
Dan kalo ngomongin weapon, pada game ini, pemain bisa menggunakan berbagai senjata dengan fungsi berbeda. Ada pendekatan jarak dekat, serangan jarak jauh, serangan area, hingga playstyle yang lebih fokus ke satu target. Variasi ini membuat game terasa cukup fresh pada beberapa jam pertama.
Namun, masalah utama mulai terasa setelah sekitar tujuh jam bermain. Combat yang awalnya terasa menyenangkan perlahan mulai terasa repetitif. Walaupun senjata yang tersedia cukup beragam, pola menyerangnya cenderung sederhana. Dalam banyak situasi, pertarungan terasa hanya membutuhkan satu sampai dua tombol utama.
Game ini memang memiliki elemen seperti block, skill, dan variasi serangan. Sistem tersebut sebenarnya cukup menarik, tetapi belum cukup kuat untuk menjaga gameplay tetap terasa segar hingga akhir permainan.
Dengan kata lain, combat di game ini bukan buruk. Hanya saja, kedalamannya belum cukup untuk menopang durasi permainan sampai tamat tanpa terasa monoton, dan buat kalian yang ingin memainkan game ini secara co-op game ini menyediakan fitur tersebut, namun player kedua dari game ini hanya mengendalikan companion kita saja, yang gua rasa tidak terlalu bebas untuk di kontrol, mungkin mudahnya, bisa dibilang sistemnya mirip Super Mario Odyssey, dimana karakter pertama mengendalikan Mario dan Player kedua mengendalikan topi dari mario.
Sistem Upgrade Terasa Biasa Saja
Berbeda dari RPG pada umumnya, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales tidak menggunakan sistem leveling tradisional. Sebagai gantinya, pemain bisa meningkatkan passive skill melalui item tertentu.
Ada sistem random item yang terasa seperti gacha, tetapi perlu ditegaskan bahwa ini bukan gacha monetisasi. Sistem ini murni bagian dari gameplay dan tidak menggunakan uang asli. Pemain bisa membeli atau menukar item tertentu yang pada game ini disebut Magicite, untuk mendapatkan hasil acak, lalu semakin sering sistem ini digunakan, levelnya akan meningkat dan hasil yang didapat bisa menjadi lebih baik.
Secara konsep, sistem ini cukup menarik. Namun dalam praktiknya, sistem upgrade tersebut terasa biasa saja. Perkembangan karakter tidak terasa terlalu signifikan, dan pilihan build yang tersedia juga cukup terbatas.
Game ini memang memberi sedikit kebebasan untuk memilih playstyle para playernya, tetapi kebebasannya lebih bergantung pada senjata yang digunakan. Pemain bisa memilih menggunakan melee, ranged, area attack, atau focus target, tetapi tidak benar-benar diberikan ruang build yang luas seperti action RPG yang lebih kompleks.
Eksplorasi Cukup Menyenangkan dengan Reward yang Worth It
Eksplorasi menjadi salah satu bagian yang cukup menyenangkan dalam The Adventures of Elliot: The Millennium Tales. Pemain diajak menjelajahi berbagai area, menemukan senjata baru, mencari skill tambahan, dan menyelesaikan side quest.
Side quest dalam game ini juga cukup menarik untuk disimak. Ceritanya ringan, tidak berlebihan, tetapi tetap menyenangkan. Beberapa side content juga memberikan reward yang terasa worth it, terutama ketika pemain mendapatkan senjata atau kemampuan baru dari companion.
Pacing game ini juga cukup seimbang. Dengan durasi sekitar 18 jam hingga tamat, game ini tidak terasa terlalu dipanjang-panjangkan. Kontennya cukup untuk ukuran action RPG casual.
Namun, sekali lagi, masalah repetisi kembali muncul. Dunia dalam game ini lama-lama terasa terlalu mirip. Beberapa area tidak memiliki variasi visual dan desain yang cukup kuat untuk membuat eksplorasi terus terasa segar sampai akhir, coba kalian perhatikan map yang gua tampilkan pada foto diatas, harusnya kalian bisa melihat bahwa bentuk ketiga map pada game ini betul betul sama persis.
Setelah tamat, secara pribadi gua juga tidak menemukan alasan kuat untuk kembali memainkannya lagi. The Adventures of Elliot: The Millennium Tales lebih terasa seperti pengalaman sekali tamat yang menyenangkan, bukan game yang memiliki replay value tinggi.
Performa PS5 Stabil Tanpa Masalah Teknis
Untuk versi PS5, performa The Adventures of Elliot: The Millennium Tales berjalan dengan sangat baik. Selama bermain hingga tamat, kami tidak menemukan bug besar, crash, stutter, atau masalah teknis yang mengganggu pengalaman bermain.
FPS terasa stabil, loading tidak menjadi masalah, dan game bisa dimainkan dengan nyaman dari awal hingga akhir. Game ini juga tidak menyediakan pilihan mode performance atau quality yang perlu dipusingkan. Pemain cukup menjalankan game dengan pengaturan default dan langsung menikmati permainannya. Dari sisi teknis, versi PS5 bisa dibilang aman dan solid.
Audio Cukup Baik, Tapi Musik Kurang Membekas
Untuk urusan audio, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales berada di level yang cukup baik, tetapi bukan sesuatu yang sangat menonjol.
Voice acting terasa cukup bagus dan membantu membuat dialog lebih hidup. Sound effect juga bekerja sebagaimana mestinya, baik saat bertarung maupun saat menjelajahi dunia.
Namun sayangnya, musik dalam game ini kurang memorable. Untuk game yang membawa nuansa petualangan klasik, soundtrack seharusnya bisa menjadi salah satu elemen paling kuat. Tetapi dalam game ini, musiknya lebih terasa sebagai pelengkap, bukan sesuatu yang akan terus diingat setelah permainan selesai.
Ini cukup disayangkan, karena visual dan atmosfer game sebenarnya sudah sangat mendukung untuk menghadirkan musik yang lebih emosional dan membekas.
Game Premium Tanpa Monetisasi Tambahan
Satu hal yang patut diapresiasi, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales adalah game premium. Sekali beli, pemain mendapatkan seluruh konten tanpa monetisasi tambahan.
Tidak ada sistem pay-to-win, tidak ada microtransaction, tidak ada battle pass, dan tidak ada kebutuhan koneksi internet karena game ini bukan game online. Sistem random item yang ada di dalam game juga bukan monetisasi, melainkan bagian dari progression internal.
Namun, dengan harga sekitar Rp879.000 di Steam dan Playstation Store Indonesia, game ini mungkin terasa cukup mahal untuk sebagian pemain. Apalagi jika melihat konten, repetisi gameplay, dan replay value yang tidak terlalu tinggi.
Bukan berarti game ini tidak layak dimainkan, tetapi bagi banyak pemain, menunggu diskon bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Kelebihan The Adventures of Elliot: The Millennium Tales
Ada beberapa hal yang membuat The Adventures of Elliot: The Millennium Tales tetap layak untuk dilirik.
Pertama, visualnya sangat indah. Gaya pixelated yang digunakan benar-benar menjadi identitas utama game ini dan membuatnya terlihat stand out dibanding banyak game lain.
Kedua, pengalaman bermainnya santai dan mudah dinikmati. Game ini cocok untuk pemain yang ingin menikmati petualangan ringan tanpa terlalu banyak sistem kompleks.
Ketiga, eksplorasi dan side quest-nya cukup rewarding. Walaupun dunianya terasa repetitif, mencari senjata baru, skill tambahan, dan menyelesaikan side quest tetap memberi rasa progres yang menyenangkan.
Kekurangan The Adventures of Elliot: The Millennium Tales
Kekurangan terbesar game ini ada pada repetisi. Combat yang awalnya terasa fresh mulai terasa monoton setelah beberapa jam. Dunia dan desain monster juga kurang bervariasi, sehingga pengalaman eksplorasi perlahan kehilangan daya tariknya.
Selain itu, cerita utama game ini terasa terlalu sederhana. Premisnya mudah diikuti, tetapi tidak cukup kuat untuk meninggalkan kesan mendalam. Worldbuilding-nya juga belum terlalu menonjol.
Musiknya juga menjadi salah satu bagian yang terasa kurang maksimal. Dengan visual dan atmosfer seindah ini, game ini seharusnya bisa memiliki soundtrack yang jauh lebih memorable, sekali lagi gua tekankan, bukan musik yang buruk, tapi gua rasa square enix bisa membuat musik pada game ini dengan lebih baik seharusnya, karena jika kita track back, banyak sekali musik musik memorable dari game-game rilisan square enix.
Jika suatu saat game ini mendapatkan sekuel, gua berharap Square Enix bisa memberikan cerita yang lebih kuat, musik yang lebih membekas, dan variasi dunia yang lebih kaya.
Cocok untuk Siapa?
The Adventures of Elliot: The Millennium Tales cocok untuk pemain casual yang ingin menikmati game santai, simpel, dan menyenangkan. Game ini juga cocok untuk pemain yang sedang lelah dengan game-game besar yang terlalu kompleks, lalu ingin memainkan sesuatu yang lebih ringan dan nyaman.
Game ini akan terasa sangat cocok dimainkan di perangkat handheld. Vibenya sangat pas untuk dimainkan sambil bersantai atau rebahan. Namun, game ini kurang cocok untuk pemain yang mencari visual ultra-realistis, cerita kompleks, sistem RPG mendalam, atau combat yang penuh variasi dan tantangan berat.
Kesimpulan Review The Adventures of Elliot: The Millennium Tales
The Adventures of Elliot: The Millennium Tales adalah action RPG yang indah, santai, dan menyenangkan. Visualnya menjadi daya tarik terbesar, sementara gameplay-nya cukup mudah dinikmati oleh pemain casual.
Sayangnya, game ini juga punya kelemahan yang cukup terasa. Combat mulai repetitif setelah beberapa jam, dunia kurang bervariasi, cerita terasa biasa saja, dan musiknya kurang memorable.
Meski begitu, pengalaman bermainnya tetap menyenangkan. Game ini bukan game yang buruk, tetapi juga belum mencapai level yang benar-benar istimewa. Untuk pemain yang mencari game ringan dengan visual cantik dan nuansa petualangan klasik, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales tetap layak untuk dicoba.



























