Underboard Media — Komunitas China Persona 5: The Phantom X atau P5X sedang ramai memprotes Perfect World Black Wings Studio setelah update terbaru menghadirkan RANK IX Persona Raphael dalam sistem reward yang dikaitkan dengan spending rebate.
Yang membuat protes ini menarik, komunitas sampai membuat gambar bergaya Calling Card khas Persona 5, seolah-olah Phantom Thieves sedang menargetkan developer game itu sendiri.
Jika diartikan secara kasar, isi pesan dalam gambar tersebut kurang lebih berbunyi:

“Untuk Perfect World Black Wings Studio yang telah dikorupsi oleh keserakahan.
Perilaku kalian yang terus memaksa konsumen untuk mengeluarkan uang telah menghabiskan seluruh kesabaran dan harapan para pemain yang masih bertahan.
Kami akan mencuri hasrat kalian yang bengkok.”
Raphael Jadi Sumber Masalah

Kontroversi ini muncul setelah Raphael dimasukkan ke dalam reward pool event yang terhubung dengan sistem spending. Berdasarkan pengumuman resmi di TapTap, tiket event tersebut didapat melalui milestone konsumsi, dengan batas tertinggi mencapai 3.000 yuan.
Jika mengikuti narasi komunitas yang menyebut angka ini mendekati 500 USD, maka dengan kurs Rp17.500 per 1 USD, nilainya sekitar:
Rp8,75 juta
Masalahnya, Raphael bukan sekadar item kosmetik. Persona ini dianggap sangat kuat karena memberikan buff besar untuk party, sehingga pemain melihatnya sebagai power yang dikunci di balik spending tinggi.
Protes yang Kreatif, Tapi Serius
Secara visual, protes ini memang lucu karena memakai bahasa dan estetika Persona 5 sendiri. Tapi di balik itu, pesannya cukup jelas: komunitas merasa monetisasi P5X sudah melewati batas.
Untuk sekarang, gambar Calling Card tersebut masih beredar sebagai bentuk protes komunitas, sementara pemain menunggu apakah Perfect World Black Wings Studio akan memberi respons atau melakukan penyesuaian terhadap sistem reward ini.