Underboard Media — Devsisters, developer di balik franchise Cookie Run, dilaporkan sedang melakukan langkah efisiensi besar-besaran setelah mencatat kerugian cukup besar di laporan finansial Q1 2026.
Menurut laporan terbaru, Devsisters mengalami kerugian sebesar Rp180 miliar++

Eksekutif Dipotong Gaji, Rekrutmen Dikurangi
Untuk menangani kondisi tersebut, Devsisters memperkenalkan beberapa strategi penghematan baru yang cukup agresif.
Beberapa langkah yang diumumkan meliputi:
- pemotongan kompensasi eksekutif hingga 50%
- pembatasan perekrutan karyawan baru
- pembentukan Cost Management Task Force
- hingga program voluntary resignation untuk karyawan.
Bahkan dua co-chair utama perusahaan disebut akan bekerja tanpa menerima gaji sementara waktu.
Developer juga mengatakan mereka ingin mengubah struktur perusahaan menjadi organisasi yang lebih kecil namun berfokus pada “core talent” dengan bantuan teknologi baru dan efisiensi internal.
Cookie Run Masih Jalan, Tapi Beberapa Project Kurang Maksimal
Menurut Devsisters, penurunan performa finansial ini datang dari beberapa faktor.
Salah satu yang paling disebut adalah performa:
Cookie Run: OvenSmash
yang dinilai belum memenuhi ekspektasi perusahaan setelah rilis.
Selain itu, update untuk beberapa live-service game mereka juga disebut tidak memberikan hasil sebesar yang diharapkan.
Meski begitu, Devsisters memastikan mereka masih akan terus mendukung franchise Cookie Run sambil tetap mengembangkan project lain, termasuk game platformer 2D baru dengan codename “Project Mish”.