• Home
  • Game
  • Neverness to Everness (NTE) Langsung Meledak, Tembus Rp238 Miliar di Hari Pertama

Neverness to Everness (NTE) Langsung Meledak, Tembus Rp238 Miliar di Hari Pertama

SHARE ARTIKEL INI

Underboard Media — Pasar game open-world anime kembali memanas. Kali ini datang dari Perfect World Games lewat rilisan terbaru mereka, Neverness to Everness, yang langsung mencatat performa kuat di hari pertama.

Berdasarkan laporan resmi ke investor, game ini berhasil menghasilkan lebih dari $14 juta USD (sekitar Rp238 miliar) hanya dalam satu hari setelah perilisan globalnya. Angka ini menempatkan NTE sebagai salah satu launch paling solid di segmen open-world anime dalam beberapa waktu terakhir.

Jepang & Amerika Jadi Penyumbang Terbesar

Dari sisi distribusi pasar, dua region utama yang mendominasi pendapatan adalah:

  • Jepang
  • Amerika Serikat

Sementara itu, Korea Selatan disebut menunjukkan performa di atas ekspektasi, menandakan potensi pertumbuhan yang cukup kuat di region tersebut.

Yang menarik, kontribusi platform juga cukup berbeda dari tren mobile biasa. Sekitar:

  • 75% revenue berasal dari PC dan PlayStation 5

Ini menunjukkan bahwa NTE tidak sepenuhnya bergantung pada pasar mobile, dan berhasil menarik pemain dari platform yang lebih “hardcore”.

Gameplay Santai Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu insight menarik dari data awal adalah bagaimana pemain berinteraksi dengan game ini.

Alih-alih fokus ke combat, mayoritas pemain justru menghabiskan waktu di:

  • eksplorasi kota
  • aktivitas lifestyle
  • interaksi dunia urban

Ini jadi sinyal kuat bahwa pendekatan “urban open-world” yang diusung NTE berhasil menarik minat pemain dengan cara yang berbeda dari game gacha tradisional.

Melihat pola ini, developer mulai mempertimbangkan monetisasi yang lebih fokus ke:

  • skin karakter
  • outfit
  • kendaraan
  • properti seperti rumah

Update Sudah Disiapkan, Fokus ke Retensi Pemain

Meski старт yang kuat, developer tidak ingin berhenti di sana.

Ke depannya, beberapa update sudah direncanakan:

  • Versi 1.1 & 1.2 → peningkatan performa dan usability
  • Penyesuaian gameplay berdasarkan feedback pemain
  • Fokus meningkatkan retensi jangka panjang

Strategi ini penting, mengingat banyak game live-service yang kuat di awal tapi kesulitan mempertahankan pemain.

Di Sisi Lain, Kompetitor Juga Mulai Bergerak

Menariknya, momentum NTE ini datang di saat publisher lain juga mulai menunjukkan pergerakan.

Perfect World sebelumnya juga mengungkap performa awal game open-world lain bertema urban supernatural, yang disebut mencatat:

  • lebih dari 100 juta yuan (± Rp220 miliar) di hari pertama

Dengan performa awal yang sama-sama kuat, persaingan di genre open-world anime terlihat mulai memasuki fase baru di mana kualitas dunia, aktivitas, dan sistem monetisasi jadi penentu utama, bukan sekadar gacha.

Kesimpulan

Neverness to Everness berhasil membuka debut dengan angka yang sangat kuat, didukung oleh pendekatan gameplay yang berbeda dan distribusi platform yang lebih luas.

Namun seperti biasa di industri game live-service, tantangan sebenarnya bukan ada di hari pertama melainkan di bulan-bulan setelahnya.

Jika developer mampu menjaga momentum lewat update yang konsisten dan monetisasi yang tepat, NTE punya potensi untuk jadi salah satu pemain besar di genre ini.

Jika tidak, angka ratusan miliar di hari pertama bisa dengan cepat kehilangan dampaknya

Previous
Serial World Akhirnya Bisa Dicoba, Demo Perdana Resmi Rilis!
Next
Pas Rilis Dihina, Sekarang Dihargai! 6 Game Comeback Terbesar yang Berhasil "Tobat"!

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Honkai Nexus Anima Buka Rekrutmen Evolution Test, CBT Dimulai 9 Juli
thumbnail2
Suikoden STAR LEAP Rilis Lebih Dulu di Jepang, Versi Global Menyusul Setelahnya
AYO BAYAR PAJAK! Bayar Pajak di Bisa Dapat Item Final Fantasy XIV, TAPI DI JEPANG DOANG, Shibuya Beri Reward Kosmetik untuk Pemain
AYO BAYAR PAJAK! Bayar Pajak di Bisa Dapat Item Final Fantasy XIV, TAPI DI JEPANG DOANG, Shibuya Beri Reward Kosmetik untuk Pemain
Masa Depan Nagoshi Studio Makin Tidak Jelas, Sejumlah Developer Pindah ke Capcom hingga LightSpeed Japan
Masa Depan Nagoshi Studio Makin Tidak Jelas, Sejumlah Developer Pindah ke Capcom hingga LightSpeed Japan
Kreator Resident Evil Blak-blakan Soal Streamer: "Kalau Cuma Ditonton Sudah Cukup, Berarti Gamenya Kurang Bagus"
Kreator Resident Evil Blak-blakan Soal Streamer: "Kalau Cuma Ditonton Sudah Cukup, Berarti Gamenya Kurang Bagus"

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
HoYoverse Menang Kasus Fitnah di China, Content Creator Dihukum Bayar Rp1,33 Miliar dan Minta Maaf Publik
thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
Star Savior Wiki & Guide Lengkap Indonesia (Tier List, Reroll, Build, dan Review Maret 2026)
thumbnail2
thumbnail2
AYO BAYAR PAJAK! Bayar Pajak di Bisa Dapat Item Final Fantasy XIV, TAPI DI JEPANG DOANG, Shibuya Beri Reward Kosmetik untuk Pemain
Masa Depan Nagoshi Studio Makin Tidak Jelas, Sejumlah Developer Pindah ke Capcom hingga LightSpeed Japan
Kreator Resident Evil Blak-blakan Soal Streamer: "Kalau Cuma Ditonton Sudah Cukup, Berarti Gamenya Kurang Bagus"
Digimon Story: Time Stranger Dapat Update Gratis, Hadirkan Terriermon Assistant dan Graphics Mode