• Home
  • Review
  • Review Resident Evil Requiem Indonesia – Perpaduan Horor Intens dan Aksi Brutal yang Solid

Review Resident Evil Requiem Indonesia – Perpaduan Horor Intens dan Aksi Brutal yang Solid

SHARE ARTIKEL INI

Franchise survival horror legendaris dari Capcom kembali menghadirkan teror baru lewat Resident Evil: Requiem. Sebagai seri utama kesembilan dalam franchise Resident Evil, game ini mencoba menghadirkan kombinasi menarik antara horror mencekam ala Resident Evil klasik dan aksi intens yang diperkenalkan sejak Resident Evil 4.

Resident Evil: Requiem menghadirkan dua karakter utama dengan gaya bermain yang sangat berbeda, menciptakan pengalaman yang terasa segar namun tetap setia pada identitas seri ini.

Sinopsis Cerita

Cerita Resident Evil: Requiem berfokus pada dua protagonis yang menyelidiki kasus misterius yang saling berkaitan.

Grace Ashcroft

Grace Ashcroft merupakan seorang analis FBI dan putri dari Alyssa Ashcroft. Ia datang untuk menyelidiki sebuah hotel yang memiliki hubungan dengan tragedi masa lalu keluarganya.

Hotel tersebut merupakan lokasi di mana ibunya terbunuh delapan tahun sebelumnya. Namun investigasi Grace berubah menjadi mimpi buruk ketika mayat dengan penyakit misterius mulai ditemukan di lokasi tersebut.

Leon S. Kennedy

Karakter ikonik seri ini, Leon S. Kennedy, kembali hadir sebagai protagonis utama sejak Resident Evil 4.

Leon menyelidiki kasus yang sama, namun situasinya jauh lebih berbahaya karena ia sendiri mulai menunjukkan gejala infeksi dari penyakit misterius tersebut. Penyelidikan ini akhirnya mengarah pada nama Victor Gideon, seorang mantan karyawan dari organisasi bioteknologi jahat yang terkenal dalam seri ini, yaitu Umbrella Corporation.

Gameplay – Dua Karakter, Dua Gaya Bermain

Salah satu kekuatan utama Resident Evil: Requiem adalah pembagian gameplay yang seimbang antara Grace dan Leon. Keduanya memiliki gaya bermain yang sangat berbeda namun saling melengkapi.

Gameplay Grace – Stealth dan Survival Horror

Grace bukanlah seorang petarung. Sebagai analis FBI, gameplay yang ia tawarkan lebih menekankan pada elemen survival horror karena personality dia dibuat sangat ketakutan dengan segala kejadian ini

Pemain harus:

  • bergerak secara stealth
  • mengelola resource secara hati-hati
  • meracik item untuk bertahan hidup

Senjata utama Grace adalah Hemolitic Injector, sebuah alat yang dapat digunakan untuk melakukan stealth kill sekaligus mencegah zombie bermutasi.

Menariknya, meskipun Grace membawa pisau, senjata tersebut tidak dapat digunakan untuk stealth kill, dikarenakan personality dia yang sangat takut. Jadi para pemain harus menggunakan strategi lain untuk melewati rintangan yg disediakan.

Sistem upgrade untuk karakter ini terasa sangat mirip dengan sistem progression yang diperkenalkan dalam Resident Evil 7: Biohazard.

Gameplay Leon – Aksi ala Resident Evil 4

Jika bagian Grace terasa seperti Resident Evil 7, maka gameplay Leon mengingatkan pada gaya aksi dari Resident Evil 4 Remake.

Leon dilengkapi dengan berbagai senjata api serta kemampuan bertarung jarak dekat seperti:

  • tendangan melee
  • penggunaan kapak
  • sistem parry

Kapak yang digunakan Leon berfungsi sebagai pengganti pisau dan memiliki beberapa kegunaan, seperti:

  • melakukan parry serangan musuh ( yang menurut penulis sangatlah overpower, karena benar2 bisa menangkis segala jenis serangan, lol )
  • mendobrak pintu secara paksa

Game ini juga memperkenalkan mekanik baru bernama Gun Execution, yaitu serangan finishing jarak dekat menggunakan senjata api.

Selain itu, pemain juga dapat mengambil senjata yang dijatuhkan oleh musuh dan langsung melemparkannya kembali sebagai serangan improvisasi.

Sistem upgrade Leon menggunakan sistem klasik Resident Evil berupa jual beli senjata dan item menggunakan kredit.

Pengalaman saat menggunakan Leon benar-benar seperti mengganti genre sebuah game, yang awalnya horror menjadi Action yg intense dan memuaskan.

Musuh dan Monster

Resident Evil: Requiem menghadirkan variasi zombie yang sangat menarik.

Banyak zombie di area Roads Hill Clinic masih mempertahankan kebiasaan mereka saat masih hidup, misalnya:

  • zombie petugas kebersihan
  • pasien rumah sakit yang buta
  • zombie chef

Detail kecil seperti ini membuat dunia permainan terasa lebih hidup sekaligus lebih menyeramkan. Ditambah beberapa monster stalker jenis baru dan mungkin yg paling menarik perhatian adalah The Girl karena memiliki AI yg sangat adaptif dan mampu mengejar pemain dengan cara yanng tak terduga.

Kekurangan Game

Meskipun secara keseluruhan sangat solid, Resident Evil: Requiem masih memiliki beberapa kekurangan.

Pertama, bagian ending cerita terasa terlalu terburu-buru. Beberapa keputusan karakter juga terasa kurang konsisten dengan lore Resident Evil yang sudah ada, tidak bisa penulis sertakan disini karena mengandung spoiler berat.

Selain itu, terdapat satu area sandbox yaitu Racoon City yang dimainkan oleh Leon yang terasa kurang menarik. Area dunia terbuka ini dinilai terlalu kosong dan tidak sekuat desain level lainnya yang justru sangat solid. Padahal harapan penulis Racoon City ini akan digunakan sebagai area explorasi sand box dengan segudang kegiatan dan kejutan seperti mini boss dan juga secret weapon tetapi sepertinya hal itu tidak diwujudkan oleh developer.

Ditambah lagi penulis merasa gameplay Leon semakin lama semakin repetitif dan membosankan tidak ada hal baru yg kita dapatkan selama game berjalan, jika kita bandingkan dengan RE 4 Remake dimana Leon akan mendapatkan banyak gimmick senjata dengan berbagai Upgradenya yg sangat terlihat, di RE9 ini bisa dibilang Gimmick tersebut gagal diwujudkan

Kesimpulan

Resident Evil: Requiem adalah entri baru yang sangat solid dalam franchise Resident Evil.

Game ini berhasil menggabungkan dua elemen penting yang selama ini menjadi identitas seri ini:

  • horror intens ala Resident Evil 7
  • aksi brutal ala Resident Evil 4

Pembagian gameplay antara Grace dan Leon terasa sangat seimbang dan memberikan variasi pengalaman bermain yang menyenangkan.

Ditambah lagi dengan performa teknis yang sangat baik bahkan cukup ringan untuk PC dengan spesifikasi rendah Resident Evil: Requiem menjadi salah satu game survival horror terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi penggemar lama Resident Evil maupun pemain baru, game ini sangat layak untuk dibeli dengan harga penuh.

Previous
Resident Evil Requiem Performance Review: Ramah Untuk PC Kere Hore!
Next
Mission Mancala: Game Roguelike Deckbuilder Terinspirasi Congklak dari Studio Lokal Bandung

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

Anime Sekiro: No Defeat Pamer Trailer Baru, Siap Tayang di 2026
Anime Sekiro: No Defeat Pamer Trailer Baru, Siap Tayang di 2026
Digimon Story: Time Stranger Siapkan DLC Besar, Tambah Cerita hingga Puluhan Digimon Baru
Digimon Story: Time Stranger Siapkan DLC Besar, Tambah Cerita hingga Puluhan Digimon Baru
Event Xbox Terbaru! Partner Preview Digelar 26 Maret, Siap Pamer Game Baru!
Event Xbox Terbaru! Partner Preview Digelar 26 Maret, Siap Pamer Game Baru!
Tekken 8 Dapat Kritik Pedas! Developer Siapkan Update Patch Season 3
Tekken 8 Dapat Kritik Pedas! Developer Siapkan Update Patch Season 3
thumbnail2
Ragnarok Origin Classic Resmi Rilis 26 Maret 2026, Bawa Sistem Tanpa Pay-to-Win?

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
Star Savior Wiki & Guide Lengkap Indonesia (Tier List, Reroll, Build, dan Review Maret 2026)
thumbnail2
Cara Reroll Star Savior Indonesia: Panduan Lengkap + Target Terbaik (Maret 2026)
thumbnail2
Game Mobile Terbaru Maret 2026 yang Wajib Dicoba di Android dan iOS
5 Game PC Terbaik, Kalian Wajib Coba! Awas PC Kalian Gak Sanggup!
5 Game PC Terbaik, Kalian Wajib Coba! Awas PC Kalian Gak Sanggup!
Resident Evil Requiem Performance Review: Ramah Untuk PC Kere Hore!
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
Code Vein 2 Review: Ide Menarik yang terkesan kurang di Maksimalkan!
AK EN 1