Setiap kali seri Resident Evil mengumumkan game baru, antusiasme gamer hampir selalu langsung melonjak. Hal yang sama juga terjadi dengan Resident Evil Requiem, Selain membawa cerita baru, game ini juga kembali menghadirkan karakter favorit fans, Leon S. Kennedy, yang kali ini berbagi peran protagonis dengan karakter baru bernama Grace Ashcroft.
Namun selain dikenal karena atmosfer horor dan ceritanya yang ikonik, seri Resident Evil sebenarnya punya satu keunggulan lain yang sering luput dari pembahasan: optimisasi PC dan Engine Yang Selalu Baik. Di tengah tren game modern yang sering bergantung pada teknologi upscaling untuk menutupi performa yang kurang optimal, Capcom justru dikenal cukup serius memastikan game mereka tetap berjalan mulus di berbagai spesifikasi hardware.
Table of Contents
Dibangun dengan RE Engine Versi Terbaru
Seperti seri Resident Evil modern lainnya, Requiem menggunakan RE Engine, engine milik Capcom yang sudah dipakai sejak Resident Evil 7. Dan kita semua tau bahwa ini adalah Engine terbaik yang pernah ada (MUNGKIN?). Menurut gua dan yang telah kita liat dijajaran game Capcom lainnya, engine ini selalu tampil baik selama tidak diimplementasikan pada game-game open world, seperti Dragons Dogma II dan Monster Hunter Wilds. Dan saat ini versi terbaru engine ini menghadirkan sejumlah peningkatan visual yang cukup signifikan.
Salah satu fitur paling menonjol adalah dukungan path tracing penuh di PC, yang merupakan peningkatan dari teknologi ray tracing yang sebelumnya digunakan di Resident Evil Village. Selain itu, Capcom juga memperbarui sistem rendering rambut dengan teknologi hair strand baru yang membuat detail karakter terlihat lebih realistis.
Dari sisi teknologi grafis, game ini juga mendukung berbagai fitur modern seperti:
- NVIDIA DLSS
- AMD FSR
- Frame Generation
- NVIDIA Reflex
Namun satu hal yang cukup menarik adalah tidak adanya dukungan untuk Intel XeSS, ini merupakan hal yang cukup jarang terjadi pada game PC modern saat ini, walaupun hal ini bisa kalian atasi dengan menggunakan OptiScaler (sebuah mod upscaling third party).
Spesifikasi PC Pengujian
Abon’s PC:
- Layar 27 inci IPS 1440p dengan refresh rate 180Hz
- Intel Core i5-14600KF
- GPU AMD RX 9070 XT 16GB
- RAM 32GB LPDDR5 6000Mhz
- Installed On SSD NVMe M.2 Gen4 1TB
- Windows 11
Dengan spesifikasi ini, game dijalankan pada resolusi 2560X1440 (2K).
Firas’s PC:
- Layar 27 inci IPS 1440p dengan refresh rate 144Hz
- Ryzen 5 5600G
- GPU Nvidia Geforce RTX 3060 12GB
- RAM 64GB LPDDR4 3000Mhz
- Installed On SSD Sata
- Windows 11
Dengan spesifikasi ini, game dijalankan pada resolusi 1920X1080 (Full HD).
Setting Grafis yang Digunakan
Resident Evil Requiem sebenarnya memiliki fitur auto-configure yang secara otomatis menyesuaikan pengaturan grafis dengan spesifikasi PC pengguna. Tapi seperti kebanyakan gamer PC, pengaturan grafis tetap diutak-atik secara manual untuk mencari keseimbangan terbaik antara kualitas visual dan performa, masa iya kita terima seting apa adanya, gak gamer pc banget gak sih?
Pada pengujian ini, gua menggunakan setting sebagai berikut:
Abon’s PC:
- FSR Digunakan pada mode Native
- Frame Generation dimatikan
- Ray Tracing Max
- Graphic Settings Max
Firas’s PC:
- DLSS Balance
- Frame Generation OFF
- Ray Tracing OFF
- Graphic Settings Medium
Performa di Berbagai Area Game
Resident Evil Requiem memiliki beberapa area yang cukup berbeda dari sisi kompleksitas grafis, sehingga performa juga bisa berubah tergantung lokasi.
Di bagian awal permainan yang menghadirkan area kota dengan banyak NPC, kendaraan, dan objek lingkungan, frame rate berada di kisaran 80 hingga 90 FPS. Hal ini cukup wajar mengingat jumlah elemen yang harus dirender lebih banyak.
Berbeda dengan area seperti Wrenwood Hotel, yang lebih tertutup dan memiliki ruang yang lebih sempit. Di lokasi ini performa bisa meningkat drastis hingga menyentuh 100+ FPS (sesuai dengan refresh rate layar yang digunakan).
Area lain seperti Rhodes Hill Clinic menawarkan kondisi yang lebih menantang karena dipenuhi musuh dan adegan pertempuran yang cukup intens. Dalam situasi seperti ini, frame rate biasanya berada di kisaran 90 hingga 110 FPS, meskipun sesekali bisa turun di bawah 80 FPS saat aksi sedang sangat ramai.
Ray Tracing Masih Berat (Wajar)
Pengujian juga sempat dilakukan dengan ray tracing on dan off, hasilnya cukup menarik, Meskipun secara visual ada sedikit peningkatan kualitas pencahayaan, performa game bisa turun cukup signifikan.
Karena perbedaan visualnya tidak terlalu drastis, banyak pemain kemungkinan akan memilih untuk mematikan ray tracing demi mendapatkan pengalaman bermain yang lebih stabil.
DLSS & FSR Jadi Penyelamat
Salah satu faktor yang sangat membantu performa game ini adalah teknologi DLSS dan FSR. Dengan menggunakan mode Quality, peningkatan frame rate terasa cukup signifikan tanpa mengorbankan kualitas visual secara mencolok.
Hal ini juga berarti pemain dengan GPU kelas menengah atau bahkan sedikit lebih rendah masih bisa menikmati game ini dengan cukup nyaman. Bahkan kartu grafis dengan VRAM minimal 6GB, sesuai spesifikasi minimum resmi, diperkirakan masih mampu menjalankan game di sekitar 60 FPS dengan bantuan upscaling.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Resident Evil Requiem berhasil mempertahankan reputasi Capcom dalam menghadirkan game PC yang dioptimalkan dengan baik. Pada sistem dengan GPU seperti RTX 3060, game ini mampu berjalan sangat lancar di resolusi 1440p dengan frame rate yang stabil di sebagian besar situasi.
Memang masih ada sedikit penurunan performa saat adegan yang cukup ramai, dan fitur ray tracing masih terasa cukup berat untuk diaktifkan secara konsisten, walaupun ini cukup bisa dimengerti. Namun di luar itu, pengalaman bermain tetap terasa mulus dan jarang mengalami masalah teknis yang mengganggu.
Dengan pengaturan grafis yang fleksibel serta dukungan teknologi upscaling modern, Resident Evil Requiem tetap bisa dinikmati oleh berbagai konfigurasi PC. Bagi penggemar seri ini yang bermain di platform PC, performa game ini bisa dibilang cukup memuaskan.






