Underboard Media — Dalam dunia RPG, jarang ada game yang benar-benar “kena” di gameplay tapi masih terasa setengah matang di sisi lain. Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection adalah contoh yang cukup jelas dari fenomena tersebut.
Game ini berhasil menghadirkan loop gameplay yang sangat adiktif, namun di saat yang sama masih menyisakan beberapa kekurangan yang cukup terasa, terutama di aspek cerita dan side content.
Table of Contents
Gameplay Loop yang Jadi Kekuatan Utama
Kalau kamu pernah main seri sebelumnya, formula dasarnya masih sama:
- Cari Monster Dens
- Ambil telur
- Tetasin jadi companion
- Gunakan dalam combat

Namun di versi ini, sistem tersebut terasa jauh lebih matang.
Tambahan seperti:
- Gene system yang memengaruhi skill & pasif
- Stamina system baru untuk strategi battle
- Habitat Restoration (memulihkan ekosistem area)

membuat gameplay terasa lebih hidup dan punya tujuan jelas.
Loop ini bahkan bisa dibilang jadi salah satu yang paling satisfying di genre monster-battling RPG saat ini .
Eksplorasi & Map Design yang Menyenangkan
Salah satu hal yang paling menonjol adalah desain map.
Eksplorasi terasa rewarding karena:
- Banyak rahasia tersembunyi
- Variasi area yang menarik
- Sistem siang/malam yang memengaruhi gameplay
Ditambah lagi dengan mekanik seperti:
- Mencari Invasive Monsters
- Menyelamatkan spesies langka
- Unlock monster baru untuk tim
Ini bikin eksplorasi gak sekadar jalan-jalan, tapi punya impact langsung ke progres game.
Sistem Progression yang Terintegrasi
Yang menarik, semua sistem di game ini saling terhubung:
- Monster → material → gear
- Gear → skill → gameplay
- Ekosistem → unlock monster baru
Jadi walaupun kamu gak pakai monster tertentu, tetap ada alasan buat “berinteraksi” dengan mereka.
Ini bikin progres terasa organik, bukan sekadar grinding tanpa arah.
Tapi… Ceritanya Kurang Maksimal

Sayangnya, di balik gameplay yang kuat, bagian cerita justru terasa kurang konsisten.
Game ini sebenarnya punya premis menarik:
- Konflik dua negara (Azuria vs Vermeil)
- Isu politik & hubungan antar wilayah
Namun:
- Pengembangannya terasa dangkal
- Banyak momen penting tidak dieksplor lebih jauh
- Hanya terasa kuat di awal dan akhir cerita
Padahal, potensi storytelling-nya sebenarnya besar.
Side Quest Kurang Variatif
Masalah lain ada di side content:
- Side quest cenderung repetitif
- Struktur misi hampir selalu sama
- Kurang variasi gameplay
Memang ada Side Stories karakter, tapi:
- Polanya terlalu mirip satu sama lain
- Ceritanya kurang memorable
Akibatnya, side content terasa seperti filler dibanding konten utama.
Endgame & Aktivitas Tambahan Justru Menarik
Menariknya, justru di bagian lain game ini kembali “naik level”:
- Hunt Elder Dragons
- Super Boss (lebih sulit dari final boss)
- Unlock monster langka

Ini bikin pemain yang suka tantangan tetap punya alasan kuat untuk lanjut bermain setelah tamat.


