• Home
  • Game
  • 5 Game Horror Terbaik! Coba Mainin Kalo Berani! (part 2)
5 Game Horror Terbaik! Coba Mainin Kalo Berani!

5 Game Horror Terbaik! Coba Mainin Kalo Berani! (part 2)

SHARE ARTIKEL INI

Game horror itu unik. Selalu ada alasan buat kembali ke genre ini, entah karena ingin uji nyali, cari sensasi tegang, atau sekadar menikmati cerita gelap yang nggak biasa. Memasuki 2026, pilihannya makin beragam. Dari remake klasik yang dipoles modern, sampai judul baru dengan pendekatan psikologis yang lebih berani.

Karena tahun ini baru saja dimulai, sekarang waktu yang pas buat melihat deretan game horror terbaik yang sudah bisa dimainkan. Siapa tahu ada yang terlewat. Daftar ini juga tidak dibuat berdasarkan peringkat, bukan soal mana yang paling menyeramkan, tapi mana yang paling klik dengan selera kita masing masing.

1. Resident Evil Requiem

Seri utama kesembilan ini membawa nuansa investigasi yang lebih personal. Kamu mengikuti Grace Ashcroft, analis FBI yang menyelidiki kematian misterius para penyintas Raccoon City di sebuah hotel terpencil, tempat ibunya sendiri tewas.

Situasi makin panas ketika ia bertemu Leon S. Kennedy. Dari situ, cerita melebar ke konspirasi virus baru dan trauma lama yang belum selesai. Kalau Resident Evil sebelumnya lebih condong ke aksi, Requiem terasa seperti kombinasi investigasi kelam dan survival horror klasik.

Atmosfernya lebih sunyi, lebih terisolasi, dan bener bener bikin kita sebagai player anxiety banget coy.

2. Alien: Isolation

Buat kalian yang doyan nonton film, pasti tau kalau film Alien tahun 1978 sudah jadi standar emas sci-fi horror. Alien: Isolation berhasil menangkap esensi itu dengan presisi dan luar biasa sempurna.

Nah di game ini, kita akan bermain sebagai Amanda Ripley, putri Ellen Ripley, yang mencari kebenaran soal hilangnya sang ibu. Setting-nya di stasiun luar angkasa Sevastopol yang setengah mati, penuh manusia putus asa, android rusak, dan tentu saja satu Xenomorph yang tidak bisa dibunuh begitu saja.

Yang bikin game ini legendaris adalah AI sang Alien. Ia tidak sekadar patroli dengan pola tetap. Ia belajar. Ia mencari. Dan ketika kamu bersembunyi di loker sambil menahan napas, kamu benar-benar merasa diburu.

3. The Mortuary Assistant

Game ini bukan soal lari dari monster besar. Justru sebaliknya, kita bekerja sendirian di kamar mayat.

Rutinitasnya realistis dan dingin: membedah, mengeluarkan darah, membalsem jenazah. Lalu perlahan hal-hal aneh mulai terjadi. Pintu tertutup sendiri. Kantong mayat bergerak. Sosok berdiri di ujung ruangan saat kamu berkedip.

Versi Definitive Edition menambah konten dan variasi ending, membuat replay value-nya makin tinggi. Tapi jujur saja, satu playthrough pun sudah cukup buat gua pribadi.

4. Dead Space

Remake Dead Space membuktikan bahwa remake bisa terasa seperti game baru. EA Motive membangun ulang fondasinya dari nol, bukan cuma mempercantik visual.

Sebagai Isaac Clarke, kita akan menjelajahi kapal luar angkasa USG Ishimura yang dipenuhi Necromorph. Atmosfernya padat, suara-suara metal berderit bikin gelisah, dan sistem dismemberment masih jadi kunci bertahan hidup.

Adaptif difficulty membuat ketegangan tetap konsisten. Tidak ada momen benar-benar aman, bahkan lift pun terasa mencurigakan.

5. Cronos: The New Dawn

Setelah sukses dengan remake Silent Hill 2, Bloober Team mencoba jalur sci-fi horror lewat Cronos: The New Dawn. Hasilnya mungkin tidak seikonik Silent Hill, tapi tetap solid dan unik.

Sistem “merge” jadi daya tarik utama. Musuh yang mati tidak selalu benar-benar mati. Mereka bisa diserap oleh monster lain, memperkuat diri dan mendapatkan kemampuan baru. Artinya, setiap pertempuran kecil berpotensi berubah jadi bencana besar dalam hitungan detik.

Ada rasa panik konstan setiap kali mendengar suara makhluk lain menyatu di luar layar. Kamu tahu situasinya akan memburuk, dan itu cuma soal waktu.

Jadi, Siap Uji Nyali Lagi?

Daftar kali ini lebih beragam: dari hotel misterius, stasiun luar angkasa, kamar mayat, sampai kapal kosmik penuh horor biologis. Ada yang fokus ke atmosfer, ada yang brutal secara mekanik, ada juga yang bermain di ranah psikologis.

Previous
Neverness to Everness Siap Rilis Bulan April!
Next
Update 1.1 Arknights: Endfield Rilis 12 Maret, Tambahan Operator Baru dan Pabrik Baru?!

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Developer Cookie Run Mulai Efisiensi Besar-Besaran Setelah Rugi Lebih dari Rp180 Miliar
KV (1)
NTE Kehadiran Limited Board “Misty Tipsy Style” Mulai 13 Mei 2026, Hotori Resmi Debut
thumbnail2
Direktur Guardian Tales Diganti, Developer Akui Update Game Akan Melambat
thumbnail2
SHIFT UP Akan Ungkap Project Spirits dan Sequel Stellar Blade Tahun 2026 Ini
110526 - reverse update patch
Update Phase 2 Reverse: 1999 Versi 3.4 Resmi Meluncur: Pesta Pora Gacha dan Debut Cheng Heguang yang "Wangi" Parah!

TRENDING ARTICLE

5 game gacha jadul
Menolak Mati: 5 Game Gacha "Sepuh" yang Tetap Kokoh di Tahun 2026
thumbnail2
MONGIL: STAR DIVE Wiki & Guide Lengkap Indonesia (Tier List, Reroll, Build, Redeem Code, Review 2026)
drama bodoh
Waifu Direbut NPC?! Ini 4 Drama "NTR" Game Gacha Paling Konyol yang Bikin Player China Ngamuk Brutal!
thumbnail2
Tier List MONGIL: STAR DIVE Indonesia Terbaru ( Story, Conquest, Dimensional Rift )
thumbnail2
Neverness To Everness ( NTE ) Wiki Indonesia: Spesifikasi, Tier List, Reroll, Kode Redeem
thumbnail2
KV (1)
thumbnail2
thumbnail2
110526 - reverse update patch
CEO Take-Two Ngaku “Takut” Menjelang Waktu Perilisan GTA 6