• Home
  • Game
  • Arknights: Endfield Tetap Dicap Gagal Oleh Saintontas Meski Raih Keuntungan 495 Milliar Dalam 11 Hari

Arknights: Endfield Tetap Dicap Gagal Oleh Saintontas Meski Raih Keuntungan 495 Milliar Dalam 11 Hari

SHARE ARTIKEL INI

Rilis Arknights: Endfield sempat jadi salah satu momen paling ditunggu di ranah game gacha global. Dengan IP Arknights yang sudah mapan, kualitas visual kelas premium, dan kampanye marketing masif, ekspektasi publik jelas tinggi. Namun, video terbaru dari kanal YouTube Saintontas berjudul “The Reality of Endfield 1.0” justru memantik perdebatan panas.

Dalam videonya, Saintontas menyebut bahwa meski Endfield diklaim menghasilkan sekitar 495 miliar rupiah dalam 11 hari, game ini tetap bisa dikategorikan sebagai “rilis yang gagal”. Klaim ini langsung menuai pro dan kontra di komunitas.

Tuduhan Saintontas: Marketing Besar, Hasil Tak Sebanding

Saintontas menyoroti ketimpangan antara skala promosi dan hasil rilis. Ia menyebut Endfield sebagai salah satu game dengan eksposur iklan tertinggi di periode rilis—bahkan skor iklannya hampir dua kali lipat kompetitor. Namun, angka unduhan dinilai jauh dari ekspektasi, sampai disebut kalah dari game lama seperti Temple Run 2 di beberapa wilayah.

Ia juga menyoroti performa streaming yang dianggap tidak organik. Lonjakan penonton di Twitch terjadi saat sponsor besar seperti xQc terlibat, tapi anjlok drastis setelah sesi sponsor selesai. Menurut Saintontas, ini menunjukkan minat yang tidak bertahan lama.

Gameplay & Gacha Jadi Sasaran Kritik

Masalah utama lain yang disorot adalah ketiadaan endgame. Setelah pemain mencapai level tertentu (sekitar level 50), hampir tidak ada konten yang mendorong penggunaan karakter yang sudah di-upgrade. Loop harian disebut terlalu repetitif dan lebih mirip simulasi “kurir” ketimbang RPG aksi.

Sistem gacha juga tak luput dari kritik:

  • Tidak ada pity carryover
  • Senjata sulit didapat tanpa banner karakter
  • Mata uang pull memiliki masa kedaluwarsa

Bagi Saintontas, ini membuat Endfield terasa terlalu agresif secara monetisasi.

Masalah Teknis & PR: Dari PayPal sampai Sensor Kritik

Video tersebut juga membahas isu serius seperti bug pembayaran PayPal yang menyebabkan saldo pemain terpotong berlebih. Developer disebut hanya menonaktifkan PayPal tanpa kompensasi memadai. Selain itu, muncul tudingan manipulasi ulasan positif dan sensor kritik, khususnya di komunitas China.

Saintontas menyimpulkan bahwa Endfield adalah contoh potensi besar yang terbuang akibat manajemen buruk dan kegagalan mendengarkan feedback sejak beta.

Tapi… Apakah Tuduhan Ini Benar?

Di sisi lain, banyak pemain dan pengamat menilai kritik Saintontas terlalu berlebihan. Angka pendapatan ratusan miliar dalam waktu singkat jelas bukan sesuatu yang bisa disebut “gagal” secara bisnis. Bahkan, performa Arknights Endfield EN disebut masih jauh lebih stabil dibanding banyak game gacha baru lain.

Beberapa poin kontra yang sering muncul:

  • Endfield adalah game baru dengan roadmap jangka panjang, bukan produk “sekali rilis langsung matang”.
  • Konten endgame memang belum masif, tapi fondasi gameplay dan sistemnya solid.
  • Isu marketing dan sponsor dianggap wajar di industri game modern.
  • Kritik Saintontas dinilai lebih bersifat overhate ketimbang analisis seimbang.

Menurut kalian?

Previous
Arknights: Endfield Bagikan Operator ★6 Gratis, Ini Rangkuman Dev Comm & Update Besar Februari 2026
Next
POCO Indonesia resmi meluncurkan POCO F8 Series sebagai The True Flagship!

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Update Terbaru Honkai Star Rail 4.4 Rilis 15 Juli 2026, Hadirkan Himeko Nova dan Kolaborasi Fate/stay night Phase 2
thumbnail2
Tiket Konser Wuthering Waves Sold Out di Banyak Negara, Tur “To the New World” Lanjut ke Los Angeles
thumbnail2
Moonlit Orchard, Game Farming Sim Lokal dari Surabaya yang Gabungkan Sihir dan Dunia Mitologi
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kontroversi Valko Love and Deepspace Memanas, Papergames Dikritik karena Dianggap Abaikan Pemain Lama
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Love and Deepspace Batalkan Valko, Developer Minta Maaf ke Pemain
Harga GTA VI di Indonesia! Sudah Bisa Pre-Order!
Harga GTA VI Indonesia, Sudah Bisa Pre-Order Sekarang!
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Game Paling Horror Yang Pernah Ada! Inilah Semua Hal yang Sudah Diketahui Tentang Game Horor Ambisius Hideo Kojima OD