EA Kembali Efisiensi?! Sejumlah Karyawan Lama Dikabarkan Ikut Terdampak PHK

EA Kembali Efisiensi?! Sejumlah Karyawan Lama Dikabarkan Ikut Terdampak PHK

SHARE ARTIKEL INI

EA kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan melakukan gelombang PHK baru terhadap sejumlah karyawannya. Jumlah pasti pekerja yang terdampak saat ini belum diketahui, tetapi laporan terbaru menyebut bahwa beberapa di antaranya merupakan karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut selama sepuluh tahun atau lebih.

Kabar ini menambah panjang daftar pemangkasan tenaga kerja yang terus terjadi di industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, PHK, penutupan studio, dan restrukturisasi besar sudah menjadi berita yang terlalu sering muncul. Banyak faktor disebut ikut mendorong kondisi ini, mulai dari overhiring pada masa pandemi COVID, tekanan bisnis pasca-pandemi, hingga penggunaan AI yang semakin sering dibahas dalam operasional perusahaan.

Untuk EA, gelombang terbaru ini menjadi pengingat bahwa bahkan publisher besar pun tidak lepas dari tekanan industri yang sedang berubah cepat.

Karyawan di AS dan India Ikut Terdampak

Menurut laporan Kotaku, PHK terbaru EA berdampak pada pekerja di Amerika Serikat dan India. Posisi yang terdampak disebut mencakup kombinasi antara pekerjaan remote dan posisi yang bekerja langsung di kantor.

Beberapa tim yang terkena dampak meliputi customer support, IT, recruitment, dan beberapa area lain. Sebelum PHK dilakukan, sebuah email internal disebut telah dikirimkan kepada tim customer support sekitar satu minggu sebelumnya. Email tersebut mengindikasikan bahwa akan ada perubahan pada “beberapa role” dan penyesuaian mengenai bagaimana pembagian tugas antar tim berjalan.

Laporan yang sama juga menyebut bahwa perubahan tersebut tidak hanya berupa pemangkasan, tetapi juga mencakup pembentukan role baru. Artinya, sebagian karyawan mungkin mengalami perubahan posisi atau struktur kerja, sementara sebagian lain kehilangan pekerjaan.

Meski detail lengkapnya belum diketahui, kabar ini tetap menjadi pukulan besar, terutama bagi pekerja yang sudah lama menjadi bagian dari perusahaan.

Bukan PHK Pertama EA dalam Beberapa Tahun Terakhir

PHK terbaru ini bukan kasus pertama yang menimpa EA dalam beberapa waktu belakangan. Sebelumnya, Battlefield Studios juga dilaporkan mengalami pemangkasan pada 2026.

Pada 2025, EA juga melakukan PHK di Respawn dan Codemasters, serta menutup Cliffhanger Games sepenuhnya. Di kasus lain, pemangkasan juga terjadi setelah performa game tidak memenuhi ekspektasi, seperti yang terjadi pada karyawan BioWare setelah Dragon Age: The Veilguard disebut tidak mencapai target yang diharapkan.

Namun, tidak semua PHK terjadi karena performa game yang buruk. Laporan mengenai pemangkasan di Battlefield Studios, misalnya, muncul meski Battlefield 6 disebut sebagai game terlaris sepanjang 2025. Hal ini memperlihatkan bahwa keputusan pemangkasan di industri game tidak selalu mudah dibaca dari luar.

Dalam banyak kasus, restrukturisasi perusahaan bisa terjadi meski sebuah produk terlihat sukses secara komersial. Faktor seperti efisiensi operasional, perubahan strategi, tekanan investor, atau penyesuaian bisnis jangka panjang bisa ikut berperan.

Terjadi di Tengah Proses Akuisisi Besar

Situasi EA saat ini juga semakin kompleks karena perusahaan tersebut sedang berada di tengah proses akuisisi senilai 55 miliar dolar AS oleh Public Investment Fund dari Arab Saudi.

Kesepakatan ini tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah gamer, politisi, dan kelompok protes menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap arah perusahaan setelah akuisisi tersebut. Di komunitas The Sims 4, sebagian fans juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemungkinan perubahan terhadap game atau seri The Sims di masa depan.

EA sendiri disebut telah mencoba meredakan kekhawatiran tersebut. Namun, respons itu belum sepenuhnya menghilangkan keresahan komunitas. Bahkan, beberapa kreator konten The Sims 4 dilaporkan ikut mencoba mendorong penolakan terhadap kesepakatan tersebut.

Akuisisi ini sebelumnya diperkirakan rampung pada 30 Juni, tetapi investor masih menunggu persetujuan antitrust dari Uni Eropa, dengan tenggat keputusan pada 22 Juli.

Industri Game Masih Dihantui Gelombang PHK

EA bukan satu-satunya perusahaan besar yang menghadapi pemangkasan pada 2026. Tahun ini saja, beberapa nama besar industri game juga disebut mengalami kondisi serupa.

Sony dilaporkan menutup Bluepoint Games, Ubisoft mengalami PHK di beberapa studio, Meta menutup sejumlah developer game VR, dan Starbreeze disebut melakukan pemangkasan yang berdampak pada tim pengembangan Payday 3.

Di sisi lain, Xbox juga telah memperingatkan karyawannya bahwa gelombang PHK besar akan terjadi pada Juli 2026. Jika itu benar terjadi, maka tren pemangkasan industri game tampaknya masih jauh dari selesai.

Kondisi ini membuat banyak pekerja game berada dalam situasi yang sulit. Mereka yang terdampak PHK harus mencari peluang baru di tengah pasar kerja yang juga sedang penuh tekanan. Ketika banyak perusahaan melakukan pemangkasan secara bersamaan, kompetisi untuk mendapatkan posisi baru tentu menjadi semakin berat.

Masa Sulit yang Belum Terlihat Ujungnya

PHK terbaru EA menjadi bagian dari cerita besar yang masih terus berlangsung di industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini memang tetap menghasilkan game besar dan pendapatan masif, tetapi di balik layar, banyak studio dan pekerja menghadapi ketidakpastian yang cukup berat.

Bagi EA, pemangkasan ini datang di tengah perubahan besar, baik dari sisi internal perusahaan maupun proses akuisisi yang masih menunggu kelanjutan. Sementara bagi industri game secara keseluruhan, kabar ini kembali menunjukkan bahwa masa pemulihan belum benar-benar terlihat.

Dengan 2026 baru berjalan sekitar setengah tahun, masih ada kekhawatiran bahwa gelombang PHK berikutnya bisa saja muncul dari perusahaan lain. Untuk saat ini, satu hal terasa jelas: industri game masih berada dalam periode yang sangat tidak stabil, dan para pekerjanya menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Source: Gamerant

Previous
Developer ILL Pastikan Gamenya Tak Hanya Jual Gore, Gamenya Dijamin Akan "Menyenangkan"
Next
Honkai Nexus Anima Buka Rekrutmen Evolution Test, CBT Dimulai 9 Juli

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Update Terbaru Honkai Star Rail 4.4 Rilis 15 Juli 2026, Hadirkan Himeko Nova dan Kolaborasi Fate/stay night Phase 2
thumbnail2
Tiket Konser Wuthering Waves Sold Out di Banyak Negara, Tur “To the New World” Lanjut ke Los Angeles
thumbnail2
Moonlit Orchard, Game Farming Sim Lokal dari Surabaya yang Gabungkan Sihir dan Dunia Mitologi
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kontroversi Valko Love and Deepspace Memanas, Papergames Dikritik karena Dianggap Abaikan Pemain Lama
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Love and Deepspace Batalkan Valko, Developer Minta Maaf ke Pemain
Harga GTA VI di Indonesia! Sudah Bisa Pre-Order!
Harga GTA VI Indonesia, Sudah Bisa Pre-Order Sekarang!
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
thumbnail2
thumbnail2
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Game Paling Horror Yang Pernah Ada! Inilah Semua Hal yang Sudah Diketahui Tentang Game Horor Ambisius Hideo Kojima OD
thumbnail2