Underboard Media — Project metaverse HoloEarth akhirnya resmi diumumkan akan menghentikan layanan pada 28 Juni 2026 pukul 21:00 waktu Jepang. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun resmi HoloEarth, bersamaan dengan pesan dari Project Lead, Ikko Fukuda, yang meminta maaf karena project tersebut tidak mampu memenuhi ekspektasi para pengguna.
HoloEarth sendiri merupakan project virtual world dari COVER Corporation, perusahaan di balik Hololive Production. Sejak awal, project ini dibangun sebagai “another world”, tempat para talent, creator, dan user bisa terhubung dalam pengalaman virtual yang lebih luas dari sekadar streaming atau konser online.
Penutupan Dilakukan Bertahap
Setelah pengumuman EOS ini, penjualan mata uang berbayar HoloCoins langsung dihentikan. Selanjutnya, mulai 3 Juni 2026, penjualan item resmi berbayar juga akan ditutup secara bertahap.
Meski begitu, item gratis resmi masih tetap bisa diakses hingga layanan benar-benar berakhir. Untuk pemain yang masih memiliki paid HoloCoins dan Creator Points yang belum digunakan, COVER akan membuka proses refund mulai 29 Juni hingga 30 September 2026.
Dalam pesan resminya, Ikko Fukuda menyampaikan bahwa waktu, kenangan, dan teknologi yang lahir dari HoloEarth tetap akan menjadi bagian penting bagi pengembangan project Hololive di masa depan.
COVER Catat Kerugian Besar dari HoloEarth
Yang membuat penutupan ini semakin besar adalah laporan keuangan yang dirilis COVER di hari yang sama.
COVER Corporation mencatat extraordinary loss sebesar 3,199 miliar yen akibat impairment software assets yang berkaitan dengan HoloEarth.
Jika dikonversikan dengan kurs 1 yen = Rp110,98, angka tersebut setara sekitar:
Rp355 miliar
Kerugian ini menunjukkan bahwa HoloEarth bukan sekadar project sampingan kecil, melainkan investasi besar yang pada akhirnya tidak berjalan sesuai harapan bisnis.
Menariknya lagi, dalam dokumen yang sama COVER juga menyebut adanya voluntary return of executive compensation, atau pengembalian sukarela kompensasi dari pihak eksekutif perusahaan.
Ambisi Metaverse yang Sulit Bertahan
Penutupan HoloEarth kembali memperlihatkan bahwa project metaverse masih menjadi wilayah yang sangat sulit untuk dijalankan secara berkelanjutan.
Di atas kertas, idenya memang menarik: dunia virtual Hololive, interaksi fans, creator economy, hingga kemungkinan event digital berskala besar. Namun dalam praktiknya, project seperti ini membutuhkan biaya pengembangan, server, konten, dan retensi user yang sangat besar.
Dengan resmi ditutupnya HoloEarth, COVER tampaknya akan membawa pelajaran dan teknologi dari project ini ke arah yang lebih realistis untuk pengembangan Hololive ke depannya.
Sumber: Laporan resmi HoloEarth dan dokumen keuangan COVER Corporation.