Setelah sempat melonjak cukup gila sejak akhir 2025, harga RAM akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Meski begitu, jangan berharap turun drastis, situasinya masih jauh dari kata normal.
Lonjakan harga sebelumnya sendiri dipicu oleh tingginya permintaan dari industri AI, terutama dari perusahaan besar yang butuh kapasitas memori masif. Namun kini, tekanan tersebut mulai sedikit mereda.
Turun Sedikit, Belum Signifikan
Salah satu contoh yang cukup mencerminkan kondisi pasar adalah RAM 32GB DDR5 seperti G.Skill Flare X5. Saat ini, harganya berada di kisaran $419, turun dari puncaknya di angka $449 pada Februari lalu.
Penurunan sekitar $30 memang terdengar seperti kabar baik, tapi jelas belum cukup untuk membuat gamer PC bernapas lega.
Faktor AI dan Teknologi Baru
Salah satu penyebab mulai turunnya harga ini adalah hadirnya teknologi baru seperti algoritma TurboQuant dari Google, yang diklaim mampu menekan kebutuhan memori hingga beberapa kali lipat lebih efisien.
Di sisi lain, dinamika pendanaan di industri AI juga ikut berpengaruh, yang secara tidak langsung menurunkan tekanan permintaan terhadap RAM.
Masih Akan Fluktuatif
Meski ada sinyal positif, banyak analis memprediksi krisis RAM ini bisa berlangsung hingga 2027. Artinya, harga kemungkinan masih akan naik-turun dalam beberapa bulan ke depan.
Bahkan, situasi ini juga disebut-sebut jadi salah satu alasan di balik kenaikan harga konsol seperti PlayStation 5 baru-baru ini.
Pada akhirnya, tren penurunan ini memang patut disambut, tapi untuk sekarang, kondisi pasar RAM masih belum benar-benar stabil. Jadi kalau kamu lagi rencana upgrade PC, mungkin masih perlu sedikit bersabar.