• Home
  • Game
  • FTC Korea Lakukan Inspeksi ke Nexon Terkait Kontroversi Probabilitas di Maple Idle

FTC Korea Lakukan Inspeksi ke Nexon Terkait Kontroversi Probabilitas di Maple Idle

SHARE ARTIKEL INI

Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan atau Korea Fair Trade Commission (FTC) dilaporkan tengah melakukan inspeksi langsung ke kantor pusat Nexon. Langkah ini diambil untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Undang-Undang E-Commerce terkait penjualan item berbayar dalam game mobile Maple Story Idle.

Berdasarkan laporan industri pada tanggal 3 Februari, kantor FTC wilayah Seoul mengirimkan tim peneliti ke markas Nexon untuk mengamankan berbagai dokumen internal. Fokus utama pemeriksaan meliputi struktur penjualan item berbayar serta metode pengungkapan probabilitas (rate) dalam Maple Idle.

Dugaan Kesalahan Informasi Probabilitas

Kontroversi ini bermula dari fitur reset statistik karakter menggunakan item berbayar. Dalam penjelasan resminya, Nexon menyatakan bahwa nilai maksimum statistik dapat muncul dengan probabilitas tertentu. Namun, muncul tuduhan dari pemain bahwa hasil maksimum tersebut tidak pernah muncul dalam periode waktu tertentu, meskipun probabilitasnya diklaim tersedia.

Situasi ini memicu dugaan adanya perbedaan antara probabilitas yang diungkapkan kepada konsumen dan sistem yang berjalan di dalam game.

Nexon Akui Kesalahan dan Umumkan Refund

Menanggapi polemik tersebut, Nexon mengakui adanya kesalahan sistem pada akhir bulan lalu. Perusahaan menyatakan akan mengembalikan seluruh dana yang telah dibelanjakan pemain sejak peluncuran Maple Story Idle.

Meski demikian, FTC tetap melanjutkan investigasi secara terpisah. Lembaga tersebut ingin memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam praktik transaksi, terlepas dari kebijakan pengembalian dana yang telah diumumkan Nexon.

Fokus Investigasi FTC

Mengacu pada Pasal 21 Undang-Undang E-Commerce Korea Selatan, pelaku usaha dilarang memberikan informasi palsu atau menyesatkan kepada konsumen, termasuk dalam bentuk manipulasi atau penyembunyian fakta penting.

Dalam kasus ini, FTC disebut tengah menelusuri:

  • Apakah terdapat ketidaksesuaian antara probabilitas yang diumumkan dan mekanisme game yang sebenarnya
  • Apakah informasi yang diberikan kepada konsumen setelah kesalahan terdeteksi telah disampaikan secara transparan dan tepat

Rekam Jejak Kasus Serupa di Nexon

Ini bukan pertama kalinya Nexon berhadapan dengan FTC. Pada tahun 2024, Nexon pernah dijatuhi denda sebesar 11,6 miliar won setelah terbukti melakukan praktik menyesatkan dalam penjualan item berbasis probabilitas di MapleStory.

Kasus tersebut tercatat sebagai denda terbesar yang pernah dijatuhkan FTC atas pelanggaran Undang-Undang E-Commerce di Korea Selatan, sekaligus menjadi preseden penting dalam pengawasan sistem gacha dan item berbayar di industri game.

Apa Itu Korea Fair Trade Commission (FTC)?

Korea Fair Trade Commission adalah lembaga pemerintah Korea Selatan yang bertugas mengawasi praktik persaingan usaha dan melindungi konsumen. Dalam konteks industri game, FTC memiliki wewenang untuk:

  • Menyelidiki praktik penjualan yang menyesatkan
  • Mengatur transparansi sistem probabilitas (gacha)
  • Menjatuhkan sanksi administratif hingga denda finansial

Keberadaan FTC menjadi salah satu alasan mengapa regulasi gacha di Korea Selatan tergolong paling ketat dibandingkan banyak negara lain.

Penutup

Hasil akhir investigasi FTC terhadap Nexon dan Maple Idle masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Namun, kasus ini kembali menegaskan bahwa transparansi probabilitas dan komunikasi yang jujur kepada pemain kini menjadi isu krusial di industri game modern—terutama untuk game berbasis monetisasi gacha dan item berbayar.

Jika terbukti ada pelanggaran, bukan tidak mungkin Nexon kembali menghadapi sanksi besar, sekaligus memperkuat standar regulasi bagi seluruh pengembang game di Korea Selatan.

Previous
Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok Resmi Meluncur 9 Juli 2026, Hadirkan Crossplay dan Konten Endgame Baru
Next
Tomodaki Civil War Week 4: Honor of Kings Jadi Arena Baru, Nyomanuk Akhirnya Dapat Poin Kemenangan

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Update Terbaru Honkai Star Rail 4.4 Rilis 15 Juli 2026, Hadirkan Himeko Nova dan Kolaborasi Fate/stay night Phase 2
thumbnail2
Tiket Konser Wuthering Waves Sold Out di Banyak Negara, Tur “To the New World” Lanjut ke Los Angeles
thumbnail2
Moonlit Orchard, Game Farming Sim Lokal dari Surabaya yang Gabungkan Sihir dan Dunia Mitologi
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kontroversi Valko Love and Deepspace Memanas, Papergames Dikritik karena Dianggap Abaikan Pemain Lama
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Love and Deepspace Batalkan Valko, Developer Minta Maaf ke Pemain
Harga GTA VI di Indonesia! Sudah Bisa Pre-Order!
Harga GTA VI Indonesia, Sudah Bisa Pre-Order Sekarang!
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
thumbnail2
thumbnail2
thumbnail2
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Game Paling Horror Yang Pernah Ada! Inilah Semua Hal yang Sudah Diketahui Tentang Game Horor Ambisius Hideo Kojima OD