“Chuayo Chuayo” mungkin itu kata pertama yang terlintas di kepala banyak orang saat melihat Trickal: Chibi GO. Game ini sempat viral besar di 2025 dan jadi salah satu game paling common di kalangan pemain kasual. Dari anak sekolah sampai orang kantoran, banyak yang main cuma buat “cubit pipi karakter”.
Namun di balik tampilannya yang lucu dan gameplay roguelike santai, Trickal punya sejarah pengembangan yang brutal. Bahkan bisa dibilang, game ini nyaris mati beberapa kali sebelum akhirnya sukses seperti sekarang.
Berikut 9 fakta seru Trickal: Chibi GO yang wajib kamu tahu.
1. Awalnya Bernama Roll the Chess dan Langsung Dihujat
Sebelum dikenal sebagai Trickal, game ini pertama kali diperkenalkan dengan nama Roll the Chess oleh EPID Games. Game ini dipamerkan di event teknologi besar Korea Selatan, setara E3 atau Gamescom versi lokal.
Sayangnya, respon publik sangat negatif. Banyak yang menyebut UI dan visualnya seperti game Flash awal 2000-an. Kritik ini begitu keras sampai membuat Roll the Chess dianggap “mati sebelum sempat hidup”.

2. Rebranding Total dan Lahirnya Nama Trickal
Melihat kritik yang datang, CEO EPID Games, Han Jeong-hyun, mengambil keputusan ekstrem. Hampir seluruh aspek game dirombak total, kecuali satu hal yang justru dipuji: art style.
EPID kemudian menggandeng ilustrator Diyap, yang dikenal dengan ciri khas “squishy cheeks”. Dari sinilah identitas visual Trickal terbentuk, lengkap dengan nama baru yang lebih catchy dan mudah diingat.

3. Pernah Rilis dan Tutup Server Hanya Dalam Seminggu
Meski sudah rebranding, Trickal tetap mengalami tragedi. Pada rilis awal tahun 2021, server mengalami crash parah, bug di mana-mana, loop tak berujung, dan sistem gacha yang dianggap terlalu mahal.
EPID Games mencoba mengubah rilis tersebut menjadi open beta dan berencana wipe data. Keputusan ini memicu backlash besar dari pemain. Akhirnya, hanya dalam waktu satu minggu, Trickal resmi ditutup.
Bedanya, EPID sangat transparan dan secara terbuka meminta maaf ke komunitas.

4. CEO Sampai Menggadaikan Rumah Demi Game Ini
Setelah kegagalan tersebut, Han Jeong-hyun tidak menyerah. Dalam sebuah wawancara YouTube, ia mengungkap bahwa dirinya sampai menggadaikan rumah pribadi dan mengambil pinjaman dengan bunga tinggi sekitar 20 persen demi melanjutkan pengembangan Trickal.
Dua tahun kemudian, pada 2023, Trickal bangkit kembali dengan versi baru bernama Trickal Revival, dan langsung menjadi salah satu game paling hits di Korea Selatan.

5. Diyap Mundur Bukan Karena Gagal, Tapi Sakit
Banyak yang mengira Diyap keluar karena proyeknya gagal. Faktanya, ia mundur karena masalah kesehatan serius, yaitu hernia tulang leher akibat jam kerja panjang dan postur tubuh buruk.
Pada 19 Januari 2022, EPID Games mengonfirmasi bahwa Diyap resmi keluar demi fokus pemulihan. Meski begitu, warisan gaya visualnya tetap menjadi identitas utama Trickal hingga sekarang.

6. EPID Games Hampir Bersinggungan dengan Epic Games
Nama EPID Games sempat menimbulkan kekhawatiran akan konflik dengan Epic Games. Bahkan sempat beredar rumor soal potensi gugatan hukum.
Namun pada Unreal Fest 2025 di Seoul, CEO Epic Games Tim Sweeney menegaskan tidak ada lawsuit. Hanya diskusi santai soal potensi kebingungan publik, yang akhirnya dianggap tidak relevan karena perbedaan bahasa dan pasar.

7. EPID Games Pernah Invest ke Nexon, Developer Blue Archive
Di masa krisis, EPID Games justru mengambil langkah nekat dengan menginvestasikan sebagian dana operasional ke Nexon, tepatnya ke proyek Blue Archive.
Keputusan ini terbukti jenius. Saat Blue Archive meledak secara global, EPID menerima dividen yang membantu mereka bertahan dan melanjutkan pengembangan Trickal. Tak heran komunitas sering bercanda menyebut EPID sebagai “anak perusahaan Nexon”.

8. Cerita Game Ini Penuh Sarkasme tentang Kegagalan Mereka
Kalau kamu perhatikan dialog dan cerita Trickal, banyak unsur self-deprecation dan sindiran internal. Karakter seperti Butter sering menyindir manajemen masa lalu yang buruk dan “lebih baik lupa ingatan lalu belajar dari awal”.
Cerita ini bukan kebetulan. Banyak elemen naratif Trickal adalah refleksi langsung dari kegagalan EPID Games di masa awal.

9. Kini Jadi Salah Satu Game Mobile Tersukses di Korea
Setelah semua penderitaan itu, Trickal kini menikmati buah manis. Total pendapatan globalnya diperkirakan sudah menyentuh 50 juta dolar AS, dengan Jepang menyumbang porsi besar dan global rilis menambah jutaan dolar lagi.
Dari game yang dihujat habis-habisan, Trickal berubah menjadi salah satu kisah comeback terbaik di industri game mobile.

Penutup
Perjalanan Trickal: Chibi GO adalah contoh nyata bahwa kegagalan bukan akhir segalanya. Dari dihujat, tutup server, sampai CEO menggadaikan rumah, semuanya berujung pada happy ending.
Sekarang tugas kita sebagai pemain cuma satu:
Mana Star Candy yang dijanjikan itu, Wok?
Kalau kamu punya fakta lain soal Trickal atau pengen bahasan game viral lainnya, langsung tulis di kolom komentar.
Tag : Android, Gacha, Mobile, Trickal Chibi Go