Underboard Media — Enam kuartal tanpa profit bukan sekadar angka buruk. Untuk Kakao Games, ini mulai menunjukkan tekanan yang cukup serius di bisnis mereka terutama di tengah persaingan industri game yang makin ketat.
Di kuartal pertama 2026, Kakao Games mencatat:
- Pendapatan: 82,9 miliar won (± Rp976 miliar)
- Rugi operasional: 25,5 miliar won (± Rp300 miliar)
- Rugi bersih: 39,5 miliar won (± Rp465 miliar)
Dibandingkan tahun lalu, pendapatan turun sekitar 32,5%, sementara kerugian operasional justru membengkak lebih dari dua kali lipat.
Lini Mobile Melemah, PC Tidak Cukup Menutup
Masalah utama datang dari bisnis mobile yang selama ini jadi tulang punggung Kakao Games.
Pendapatan dari mobile game turun drastis hingga 43%, hanya menyisakan sekitar 55 miliar won. Sementara itu, segmen PC online memang naik tipis sekitar 4%, tetapi kontribusinya tidak cukup besar untuk menutup penurunan tersebut.
Situasi ini memperlihatkan satu hal yang cukup jelas:
kekuatan utama Kakao Games mulai kehilangan momentumnya.
Game Lama Stabil, Game Baru Belum Berdampak
Kakao Games juga mengakui bahwa performa mereka terdampak oleh dua hal sekaligus:
- Pendapatan dari game lama mulai stabil (cenderung turun)
- Game baru belum memberikan kontribusi signifikan
Ini jadi kombinasi yang cukup berbahaya dalam model live-service, di mana keseimbangan antara “game lama yang bertahan” dan “game baru yang tumbuh” sangat krusial.
Harapan Ada di Project OQ dan ArcheAge Chronicles
Untuk membalikkan keadaan, Kakao Games mulai fokus ke peningkatan kualitas game baru.
Salah satu proyek yang sedang diuji adalah Project OQ, sebuah MMORPG yang baru saja menjalani Focus Group Test (FGT). Respons awal dari peserta cukup positif, terutama dari pendekatan visual 2D pixel art yang dianggap punya daya tarik unik.
Selain itu, proyek besar lainnya seperti ArcheAge Chronicles dijadwalkan memasuki fase closed beta test pada Juni 2026, sebagai langkah untuk memastikan kualitas sebelum rilis.
Tidak berhenti di situ, Kakao Games juga telah menyiapkan beberapa judul lain untuk dirilis secara bertahap, seperti:
- Odin Q
- Dungeon Arise
- God Save Birmingham
- Project C (sementara)
Kesimpulan
Kakao Games saat ini berada di titik yang cukup krusial.
Di satu sisi, tekanan finansial terus berlanjut dengan enam kuartal kerugian berturut-turut. Di sisi lain, mereka sedang menyiapkan lini game baru sebagai upaya untuk bangkit di paruh kedua tahun ini.
Masalahnya, strategi ini sangat bergantung pada satu hal: eksekusi.
Jika deretan game baru ini berhasil, Kakao Games masih punya peluang untuk membalikkan keadaan.
Namun jika tidak, tren penurunan ini bisa menjadi awal dari tantangan yang lebih besar ke depannya.
Sumber:
Dilansir dari News1 Korea