Ada game cozy baru yang tampaknya siap mengajak pemain menikmati perjalanan santai, angin laut, dan langit cerah dengan cara yang cukup unik. Publisher Three Friends bersama developer Bloom & Gloom resmi mengumumkan Into the Wind, sebuah game cozy adventure yang terinspirasi dari karya-karya Studio Ghibli.
Game ini akan lebih dulu hadir dalam format Early Access untuk PC melalui Steam. Untuk saat ini, tanggal rilisnya masih belum diumumkan.
Daya tarik utama Into the Wind ada pada konsepnya yang hangat dan imajinatif. Pemain akan menjelajahi kepulauan Adriatik bernama Santa Rosa bersama Ermes, kendaraan hidup yang bisa berfungsi sebagai motor sekaligus pesawat. Dari daratan hingga langit, pemain akan mengantar paket, bertemu penduduk pulau, melawan bajak laut udara, memperbaiki kendaraan, hingga mencari tahu misteri hilangnya sang paman.
Petualangan Santai di Atas Motor-Pesawat Hidup

Dalam Into the Wind, pemain akan membangun kehidupan baru jauh dari daratan utama. Santa Rosa digambarkan sebagai kepulauan indah yang dihuni oleh orang-orang pecinta kebebasan, komunitas penerbang, dan tentu saja, bajak laut langit yang kerap membuat masalah.
Perjalanan pemain akan banyak berpusat pada Ermes, kendaraan unik yang menjadi partner utama. Ermes bukan sekadar alat transportasi biasa. Ia adalah motor-pesawat hidup yang bisa dibawa melaju di jalanan maupun terbang melintasi langit Santa Rosa.
Menurut Three Friends, inti permainan ini ada pada rasa menyenangkan saat melakukan perjalanan. Pemain akan masuk ke loop sederhana namun adiktif: menerima pengiriman, mendapatkan uang atau resource, memasang upgrade, lalu kembali keluar untuk merasakan bagaimana perubahan baru pada Ermes memengaruhi perjalanan berikutnya.
Konsep ini membuat Into the Wind terdengar seperti game yang tidak terburu-buru. Fokusnya bukan hanya sampai ke tujuan, tetapi menikmati proses menuju ke sana.
Terinspirasi dari Studio Ghibli dan Nuansa Porco Rosso
Bloom & Gloom tidak menutupi bahwa Into the Wind lahir dari kecintaan mereka terhadap karya Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli. Robin Hjelte, co-founder sekaligus game director Bloom & Gloom, menyebut Porco Rosso sebagai salah satu inspirasi yang sangat membekas baginya.
Inspirasi itu terasa cukup jelas dari tema yang diangkat. Ada langit biru, pulau-pulau di laut Adriatik, pesawat, karakter eksentrik, dan dunia romantis yang dipenuhi orang-orang bebas. Namun Into the Wind tidak hanya ingin menjadi penghormatan terhadap Ghibli. Game ini juga disebut sebagai surat cinta untuk anime, game, film, suasana sore musim panas, serta momen-momen kecil yang terasa bermakna.
Dengan pendekatan tersebut, Into the Wind tampaknya ingin menghadirkan pengalaman yang lebih lembut dan atmosferik. Bukan hanya soal menyelesaikan misi, tetapi juga membiarkan pemain tenggelam dalam dunia kecil Santa Rosa, mengenal penduduknya, dan menikmati cerita yang muncul di sepanjang perjalanan.
Mengantar Paket dengan Tantangan yang Tidak Selalu Mudah

Meski terlihat santai, Into the Wind tetap memiliki elemen gameplay yang perlu diperhatikan pemain. Sistem pengiriman menjadi fondasi utama permainan, dan setiap paket punya karakteristik berbeda.
Ada barang yang rapuh dan harus dibawa dengan hati-hati. Ada juga kargo berat yang membuat perjalanan menanjak atau menurun menjadi lebih sulit. Berat muatan, bahan bakar, kondisi jalan, shortcut, cuaca, arah angin, hingga pendaratan yang buruk semuanya bisa memengaruhi perjalanan.
Bloom & Gloom menyebut Ermes dirancang agar terasa fisikal tetapi tetap punya rasa arcade yang mudah dinikmati. Artinya, game ini ingin tetap ramah untuk dimainkan, tetapi masih memberi ruang bagi pemain yang ingin menguasai pergerakan dan ritme pengiriman dengan lebih baik.
Dari sini, Into the Wind tidak hanya menawarkan pengalaman “jalan-jalan cantik”. Pemain tetap perlu membaca rute, mengatur risiko, dan memahami bagaimana kendaraan mereka bereaksi di berbagai kondisi.
Upgrade, Dekorasi, dan Membangun Bisnis Sendiri
Setiap pengiriman yang berhasil akan memberi resource untuk mengembangkan Ermes. Dengan upgrade yang tepat, pemain bisa menerima pekerjaan yang lebih berat, menjelajahi area yang lebih menantang, dan membuka peluang petualangan baru di Santa Rosa.
Selain kendaraan, pemain juga bisa melakukan kustomisasi pada karakter, Ermes, rumah, dan base milik kru. Menariknya, dekorasi tidak langsung muncul begitu saja. Setiap benda yang ingin dipakai untuk mempercantik tempat tinggal harus dikirim kembali ke base terlebih dahulu.
Sistem ini membuat elemen dekorasi terasa lebih menyatu dengan gameplay. Barang yang kamu pajang bukan sekadar item kosmetik yang dibeli instan, melainkan hasil dari perjalanan dan usaha. Tergantung item yang dibawa pulang dan di mana pemain menaruhnya, dekorasi tersebut juga bisa memberi bonus untuk membantu progres.
Dengan cara ini, Into the Wind menggabungkan cozy life-sim ringan dengan loop pengiriman yang menjadi pusat permainannya.
Misteri Hilangnya Paman Umberto
Di balik atmosfer hangatnya, Into the Wind juga menyimpan misteri utama. Pemain akan mencari tahu apa yang terjadi pada Umberto, paman karakter utama, yang menghilang saat menyelidiki awan misterius di langit Santa Rosa.
Untuk mengungkap kebenaran itu, pemain perlu menjalankan pengiriman, membangun hubungan dengan kru, mengenal penduduk pulau, dan memahami lebih dalam dunia Santa Rosa. Cerita ini tampaknya tidak akan disampaikan secara terburu-buru, melainkan perlahan muncul seiring pemain menjelajah dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut cocok dengan identitas cozy adventure yang ingin dibawa game ini. Misterinya ada, tetapi perjalanan untuk memahaminya tetap dibalut suasana ringan, penuh warna, dan personal.
Santa Rosa Terasa Seperti Kartu Pos dari Italia
Dunia Santa Rosa digambarkan sebagai versi nostalgia dari kepulauan di laut Adriatik. Bayangannya seperti kartu pos vintage dengan aroma Italia: desa kecil, rute indah, kafe menghadap laut, penduduk yang membutuhkan jasa pengiriman, dan tentu saja bajak laut udara dalam jumlah yang mencurigakan.
Kombinasi ini membuat Into the Wind punya identitas visual dan atmosfer yang cukup kuat. Ia bukan hanya game tentang terbang, tetapi tentang tinggal di sebuah dunia kecil yang terasa hidup, hangat, dan sedikit aneh.
Untuk pemain yang menyukai game cozy dengan sentuhan petualangan, eksplorasi, dan kendaraan unik, Into the Wind bisa menjadi salah satu proyek indie yang patut dipantau.
Into the Wind akan hadir lebih dulu melalui Early Access di PC via Steam. Tanggal rilis resminya masih belum diumumkan.