Event Rhythm Wuthering Waves Ramai Dikritik, Developer Invector Angkat Bicara

SHARE ARTIKEL INI

Underboard Media — Meski event rhythm di Wuthering Waves sebenarnya sudah berlangsung sejak Maret kemarin, diskusinya baru mulai ramai belakangan ini setelah komunitas rhythm game membandingkan gameplay event tersebut dengan seri AVICII Invector dan Invector: Rhythm Galaxy.

Kontroversi ini semakin besar setelah developer dari Hello There Games mengaku menerima banyak laporan dari komunitas melalui Discord dan email resmi mereka.

Dalam pernyataannya, pihak studio mengatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan lisensi ataupun izin terkait penggunaan konsep gameplay tersebut, dan menyebut kemiripannya cukup jelas.

Disebut Terlalu Mirip Invector

Kalau dilihat sekilas, memang konsep gameplay event rhythm WuWa punya banyak kemiripan dengan seri Invector.

Mulai dari:

  • jalur rhythm futuristik
  • perpindahan lane
  • visual track
  • hingga mode segitiga

bahkan beberapa pemain rhythm game menganggap fondasi gameplay-nya hampir identik.

Namun versi WuWa disebut lebih sederhana dibanding Invector asli karena beberapa fitur kompleks dipotong agar lebih casual dan nyaman dimainkan di mobile.

Yang membuat situasinya makin unik, event ini sendiri sebenarnya merupakan kolaborasi dengan Muse Dash, sehingga sebagian pemain justru heran kenapa gameplay utamanya malah terasa lebih dekat ke Invector.

“Terinspirasi” atau Terlalu Mirip?

Di sisi lain, sebagian fandom juga membela WuWa dengan mengatakan bahwa mode ini hanyalah limited event berdurasi sementara, bukan mode permanen yang benar-benar menjadi identitas utama game.

Karena event seperti ini biasanya hanya hadir beberapa minggu lalu hilang, beberapa pemain merasa pendekatannya masih masuk kategori:

“terinspirasi”, bukan menyalin penuh.

Fenomena seperti ini memang mulai sering muncul di game gacha modern. Banyak developer live-service sekarang membuat event dengan gameplay yang mengambil inspirasi dari:

  • rhythm game
  • roguelike
  • survival game
  • bahkan game indie niche

demi memberi variasi konten ke pemain.

Masalahnya, game indie sering kali juga sulit melakukan apa-apa ketika harus berhadapan dengan game gacha AAA yang didukung publisher besar dan sumber daya jauh lebih kuat.

Pada akhirnya, banyak kasus seperti ini hanya berakhir menjadi debat komunitas tanpa tindakan lebih lanjut.

Dan sekarang diskusinya kembali ke satu pertanyaan klasik:

selama hanya event sementara, apakah kemiripan gameplay masih bisa dianggap wajar?

Untuk saat ini sendiri, belum ada respons resmi dari Kuro Games terkait diskusi tersebut.

Previous
5 Alasan Kenapa Kita Susah Move On Dari Dragon Nest!
Next
Update Terbaru Genshin Impact Versi Luna VII Rilis 20 Mei 2026

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Update Terbaru Honkai Star Rail 4.4 Rilis 15 Juli 2026, Hadirkan Himeko Nova dan Kolaborasi Fate/stay night Phase 2
thumbnail2
Tiket Konser Wuthering Waves Sold Out di Banyak Negara, Tur “To the New World” Lanjut ke Los Angeles
thumbnail2
Moonlit Orchard, Game Farming Sim Lokal dari Surabaya yang Gabungkan Sihir dan Dunia Mitologi
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Kontroversi Valko Love and Deepspace Memanas, Papergames Dikritik karena Dianggap Abaikan Pemain Lama
thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
Love and Deepspace Batalkan Valko, Developer Minta Maaf ke Pemain
Harga GTA VI di Indonesia! Sudah Bisa Pre-Order!
Harga GTA VI Indonesia, Sudah Bisa Pre-Order Sekarang!
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
Kabar Terbaru Final Fantasy Resonance, Bawa Kisah Brave Exvius ke Format HD-2D untuk Konsol dan PC
thumbnail2
thumbnail2
NVIDIA Diam-Diam Jual Lagi GeForce RTX 3060, Harganya Justru Lebih Mahal dari Saat Rilis
Tidak Akan Ada Baldur's Gate 4? Tak Mau Dibayangi Kesuksesan Baldur's Gate 3 Larian Studios
Game Paling Horror Yang Pernah Ada! Inilah Semua Hal yang Sudah Diketahui Tentang Game Horor Ambisius Hideo Kojima OD
thumbnail2