• Home
  • Game
  • Ash Echoes Global Resmi Tutup Layanan Juni 2026, Pemain Bisa Transfer Pembelian ke Game Lain

Ash Echoes Global Resmi Tutup Layanan Juni 2026, Pemain Bisa Transfer Pembelian ke Game Lain

SHARE ARTIKEL INI

Underboard Media — Satu lagi game gacha harus mengakhiri perjalanannya. Ash Echoes versi global resmi diumumkan akan menghentikan layanan pada 18 Juni 2026, setelah beroperasi kurang lebih sejak perilisan globalnya.

Melalui pengumuman resmi, tim operasional menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain yang telah menemani perjalanan game tersebut sejak awal. Mereka juga menyebut keputusan penutupan layanan ini sebagai langkah yang “sulit namun tidak bisa dihindari”.

Penutupan Dimulai Mei 2026

Proses penghentian layanan akan dilakukan secara bertahap.

Jadwal penting yang diumumkan:

  • 7 Mei 2026
    Update terakhir Chapter 9 dirilis
    Seluruh pembelian dalam game dihentikan
    Download game ditutup
  • 17 Juni 2026
    Server resmi dimatikan
    Pemain tidak lagi bisa login
  • Setelah server tutup
    Customer support dan media sosial resmi ikut dihentikan

Sebagai penutup, developer juga membagikan reward harian hingga hari terakhir layanan:

  • Resonance Clue ×10
  • Momentary Backflash ×10

Ada Sistem “Transfer Pembelian” ke Game Lain

Yang cukup menarik, penutupan Ash Echoes tidak sepenuhnya memutus progres pemain begitu saja.

Publisher Neocraft menghadirkan sistem kompensasi berupa transfer nilai pembelian ke dua game lain mereka:

  • Tree of Savior: NEO
  • Tales of Wind: Radiant Rebirth

Skemanya:

  • Setiap USD $1 yang pernah dibelanjakan di Ash Echoes akan dikonversi menjadi:
    • 60 Rainbow Gems
    • atau 40 Spiral

Namun kompensasi ini hanya berlaku satu kali dan harus menggunakan akun yang sama.

Pendekatan seperti ini masih cukup jarang di industri gacha, terutama untuk game yang mengalami EOS.

Server Global Tutup, Tapi Server SEA Masih Belum Jelas

Yang perlu diperhatikan, pengumuman ini secara spesifik ditujukan untuk server global Ash Echoes.

Sementara itu, untuk versi Asia Tenggara yang diterbitkan oleh Noctua Games, hingga saat ini masih belum ada pengumuman resmi terkait nasib server tersebut.

Artinya, server SEA secara teknis masih berjalan normal untuk sekarang. Namun melihat penutupan versi global, banyak pemain mulai mempertanyakan bagaimana arah layanan regional ke depannya.

Penutupan yang Tidak Terlalu Mengejutkan

Meski pengumuman ini tetap mengecewakan bagi pemain setia, penutupan Ash Echoes sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika melihat kondisi pasar gacha saat ini.

Persaingan genre RPG live-service semakin padat, sementara biaya operasional dan kebutuhan update konten terus meningkat. Game yang gagal mempertahankan pemain dalam jangka panjang biasanya mulai kesulitan menjaga stabilitas layanan.

Ash Echoes sendiri sempat menarik perhatian lewat presentasi visual dan pendekatan tactical RPG-nya, namun tampaknya belum cukup kuat untuk bertahan di pasar global yang sangat kompetitif.

Kesimpulan

Dengan ditutupnya Ash Echoes Global pada Juni 2026, satu lagi game live-service resmi mengakhiri perjalanannya.

Meski begitu, langkah Neocraft menghadirkan sistem transfer pembelian setidaknya memberi sedikit nilai tambahan bagi pemain lama yang sudah menginvestasikan waktu dan uang mereka ke dalam game.

Dan seperti biasa di industri gacha:
bertahan setelah launch sering kali jauh lebih sulit dibanding mencapai hype di awal rilis.

Sumber:
Pengumuman resmi tim Ash Echoes Global Team

Previous
Neverness to Everness Kena Kontroversi AI, Streamer Besar Batalkan Sponsorship
Next
Star Wars: Galactic Racer Umumkan Tanggal Rilis, Balapan Ilegal di Outer Rim Siap Dimulai

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

thumbnail2
Honkai Nexus Anima Buka Rekrutmen Evolution Test, CBT Dimulai 9 Juli
thumbnail2
Suikoden STAR LEAP Rilis Lebih Dulu di Jepang, Versi Global Menyusul Setelahnya
AYO BAYAR PAJAK! Bayar Pajak di Bisa Dapat Item Final Fantasy XIV, TAPI DI JEPANG DOANG, Shibuya Beri Reward Kosmetik untuk Pemain
AYO BAYAR PAJAK! Bayar Pajak di Bisa Dapat Item Final Fantasy XIV, TAPI DI JEPANG DOANG, Shibuya Beri Reward Kosmetik untuk Pemain
Masa Depan Nagoshi Studio Makin Tidak Jelas, Sejumlah Developer Pindah ke Capcom hingga LightSpeed Japan
Masa Depan Nagoshi Studio Makin Tidak Jelas, Sejumlah Developer Pindah ke Capcom hingga LightSpeed Japan
Kreator Resident Evil Blak-blakan Soal Streamer: "Kalau Cuma Ditonton Sudah Cukup, Berarti Gamenya Kurang Bagus"
Kreator Resident Evil Blak-blakan Soal Streamer: "Kalau Cuma Ditonton Sudah Cukup, Berarti Gamenya Kurang Bagus"

TRENDING ARTICLE

thumbnail2
Project GT, Game “Waifu Mobil” dari Tim Berpengalaman di miHoYo hingga Tencent, Tembus Target Kickstarter
thumbnail2
HoYoverse Menang Kasus Fitnah di China, Content Creator Dihukum Bayar Rp1,33 Miliar dan Minta Maaf Publik
thumbnail2
Kong Studios Umumkan Guardian Maiden, RPG Pixel Art Baru dari Developer Guardian Tales
thumbnail2
Tier List Star Savior Indonesia Terbaru (PvE, PvP & Arcana)
thumbnail2
Star Savior Wiki & Guide Lengkap Indonesia (Tier List, Reroll, Build, dan Review Maret 2026)
thumbnail2
thumbnail2
AYO BAYAR PAJAK! Bayar Pajak di Bisa Dapat Item Final Fantasy XIV, TAPI DI JEPANG DOANG, Shibuya Beri Reward Kosmetik untuk Pemain
Masa Depan Nagoshi Studio Makin Tidak Jelas, Sejumlah Developer Pindah ke Capcom hingga LightSpeed Japan
Kreator Resident Evil Blak-blakan Soal Streamer: "Kalau Cuma Ditonton Sudah Cukup, Berarti Gamenya Kurang Bagus"
Digimon Story: Time Stranger Dapat Update Gratis, Hadirkan Terriermon Assistant dan Graphics Mode