Fenomena konten AI di dunia game makin nggak bisa dibendung — terutama di China.
Belakangan ini, banyak video AI yang menampilkan karakter game gacha seperti Endministrator dari Arknights: Endfield atau Phoebe dari Wuthering Waves beredar luas di media sosial.
Masalahnya?
Konten tersebut sering kali menggunakan suara, wajah, hingga identitas karakter tanpa izin resmi.
Dan sekarang, industri voice acting mulai angkat suara.
Studio Voice Acting Ini Resmi Keluarkan Pernyataan Soal AI
Sebuah agensi voice acting ternama asal China, Shanghai Qixiang Tianwai Cultural Media Co., Ltd studio yg sering bekerja sama dengan game-game Mihoyo, secara resmi merilis pernyataan terkait maraknya penyalahgunaan AI di industri mereka.
Dalam dokumen yang beredar, mereka menegaskan beberapa poin penting:
- Hak suara, identitas, dan privasi artis berada di bawah perlindungan hukum
- Penggunaan AI untuk meniru suara tanpa izin dianggap pelanggaran serius
- Semua bentuk penggunaan baik komersial maupun non-komersial — tetap termasuk pelanggaran
- Mereka siap mengambil jalur hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar

Pernyataan ini bukan sekadar formalitas. Mereka secara terang-terangan menyebut bahwa kasus seperti ini sudah terjadi secara masif dan terus meningkat.
Kenapa Isu Ini Jadi Besar?
Jawabannya simpel: AI makin liar.
Di China sendiri, tren video AI berbasis karakter game gacha lagi meledak.
Beberapa contoh yang viral di sosial media:
- Karakter dibuat “berbicara” dengan suara baru hasil cloning AI
- Animasi ulang karakter dengan skenario berbeda (kadang absurd atau kontroversial)
- Konten meme hingga semi-komersial yang memakai identitas karakter
Masalahnya, teknologi AI sekarang sudah cukup canggih untuk:
- Meniru suara VA hampir sempurna
- Menggunakan model karakter tanpa izin
- Diproduksi massal dengan cepat
Ini yang bikin industri mulai khawatir.
Dampaknya ke Industri Game & VA
Kalau dibiarkan, dampaknya bisa besar:
1. Ancaman ke Profesi Voice Actor
Voice actor bisa kehilangan kontrol atas identitas suara mereka.
2. Risiko Penyalahgunaan Karakter
Karakter game bisa dipakai di konteks yang merusak citra IP.
3. Potensi Masalah Hukum
Konten AI bisa menyeret kreator ke ranah legal tanpa mereka sadari.
Underboard Insight: Ini Baru Awal
Kalau dilihat dari arahnya, ini kemungkinan baru permulaan.
Dengan makin populernya AI:
- Developer game bakal makin ketat soal IP
- Agensi VA bakal lebih agresif secara hukum
- Platform sosial media mungkin mulai ikut turun tangan
Dan yang paling penting:
Batas antara fan content dan pelanggaran hukum makin tipis.
Penutup
Kasus ini jadi pengingat kalau teknologi AI bukan cuma soal kreativitas, tapi juga soal etika dan hak cipta.
Buat kalian yang sering lihat atau bahkan bikin konten AI dari karakter game:
Sekarang mungkin saatnya mulai lebih aware.

