Pembuatan Arknights Endfield menjadi salah satu topik paling menarik untuk dibahas menjelang perilisan global game ini pada 22 Januari 2026. Sebagai iterasi kedua dari franchise Arknights, Endfield bukan sekadar lanjutan biasa, melainkan proyek ambisius dari Hypergryph yang mengubah hampir semua aspek game, mulai dari visual, gameplay, hingga pendekatan ceritanya.
Lewat berbagai wawancara dengan media Jepang dan internasional, terutama bersama Lowlight selaku kreator dan produser utama Arknights, banyak detail menarik di balik layar pengembangan Arknights Endfield akhirnya terungkap. Berikut adalah 9 fakta penting tentang pembuatan Arknights Endfield yang wajib kamu tahu.
1. Konsep Endfield Sudah Ada Sejak 2017, Sempat Dicoret Total
Dalam wawancara Lowlight bersama media Jepang Denfaminicogamer, ia mengungkap bahwa ide Arknights Endfield sebenarnya sudah muncul sejak awal pengembangan Arknights pertama. Konsep awalnya adalah dunia luas dengan sistem produksi dan eksplorasi.
Namun pada 2017, konsep tersebut akhirnya dibatalkan karena keterbatasan sumber daya dan teknologi. Hypergryph saat itu belum mampu mengembangkan game dengan grafis 3D penuh, sehingga Arknights akhirnya dirilis sebagai game 2D tower defense.

2. Endfield Lahir Setelah Arknights Meraih Kesuksesan Global
Masih dari wawancara yang sama, Lowlight menyebut bahwa kesuksesan finansial Arknights memberi Hypergryph ruang untuk mengejar mimpi lama mereka. Setelah Arknights berkembang menjadi franchise bernilai ratusan juta dolar, pengembangan Endfield akhirnya dianggap realistis untuk diwujudkan.
Inilah yang membuat pembuatan Arknights Endfield terasa jauh lebih ambisius dibanding proyek sebelumnya.

3. Timeline Cerita Berjarak Lebih dari 100 Tahun
Berdasarkan informasi dari Endfield Wiki dan Arknights Fandom Wiki, Arknights Endfield mengambil latar waktu sekitar satu abad setelah peristiwa Arknights pertama.
Setting utama berada di Talos II, sebuah planet atau bulan yang mengorbit Talos I. Kolonisasi Talos II sendiri baru terjadi sekitar 100 hingga 150 tahun sebelumnya, setelah runtuhnya Aethergate. Hal ini membuat cerita Endfield terasa segar, namun tetap relevan bagi pemain lama.

4. Filosofi Cerita Endfield Sengaja Dibuat Berbeda
Dalam wawancara lanjutan dengan Denfaminicogamer, Lowlight menjelaskan bahwa Arknights dan Endfield memiliki filosofi yang berbeda. Arknights pertama menggambarkan keberanian untuk terus maju di tengah kegelapan.
Sementara itu, Endfield berfokus pada pencarian kebenaran dalam kondisi penuh kebingungan dan ketidakpastian. Perbedaan filosofi ini memengaruhi arah cerita, tone dunia, hingga cara pemain berinteraksi dengan lingkungan.

5. Terinspirasi dari Metal Gear dan Death Stranding
Lowlight secara terbuka menyebut Hideo Kojima sebagai salah satu inspirasi terbesarnya. Dalam wawancara dengan Denfaminicogamer, ia mengaku sangat terpengaruh oleh seri Metal Gear dan Death Stranding.
Selain itu, unsur dystopia dan eksplorasi di Endfield juga terinspirasi dari karya seperti Dune, Mad Max, dan Borderlands. Pengaruh ini terasa kuat dalam desain dunia dan pacing eksplorasi game.

6. Endfield Bukan Open World, Melainkan Sandbox
Dalam wawancara Hypergryph bersama Automaton Media, developer menegaskan bahwa Arknights Endfield bukan game open world penuh. Endfield mengusung konsep sandbox, di mana area permainan luas tetapi tetap memiliki batasan alur.
Pendekatan ini dipilih agar story telling tetap terkontrol dan pemain tidak kehilangan arah selama eksplorasi, mirip dengan struktur map di Metal Gear atau Monster Hunter.

7. Gameplay Berubah dari Tower Defense ke Action RPG
Salah satu perubahan terbesar dalam pembuatan Arknights Endfield adalah peralihan genre. Dari tower defense 2D, kini menjadi action RPG 3D.
Berdasarkan diskusi komunitas dan wawancara developer, sistem combat sempat mendapat kritik saat CBT pertama. Hypergryph kemudian melakukan perombakan besar, dan pada CBT kedua, combat diarahkan ke gaya action RPG yang lebih solid dengan elemen strategi.

8. Hypergryph Memodifikasi Unity untuk Kejar Visual Tinggi
Dalam wawancara teknis dengan Automaton Media, Hypergryph mengungkap bahwa mereka melakukan modifikasi besar pada Unity Engine. Perubahan dilakukan pada rendering pipeline, API grafis, sistem shading in house, dan dynamic shadows.
Hasilnya, karakter di versi PC dan console bisa memiliki hingga 80 ribu polygon, sementara versi mobile berkisar 40 ribu hingga 50 ribu polygon, angka yang tergolong tinggi untuk game mobile.

9. Musik Jadi Pilar Penting Lewat Kolaborasi Global
Arknights Endfield melanjutkan tradisi Arknights dalam hal musik. Hypergryph menggandeng band internasional seperti Starset dan OneRepublic untuk mengisi soundtrack resmi.
Lagu Give Me Something dari OneRepublic menjadi salah satu contoh bagaimana Hypergryph menempatkan musik sebagai bagian penting dari identitas game, bukan sekadar pelengkap.
