Pernyataan Cygames soal AI akhirnya resmi dirilis menyusul gelombang kritik dan kekhawatiran dari komunitas gamer dalam beberapa hari terakhir. Developer game asal Jepang ini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para fans dan pendukung mereka, sekaligus memberikan klarifikasi penting terkait penggunaan teknologi generative AI di dalam produk mereka.
Reaksi keras dari komunitas muncul setelah Cygames mengumumkan pendirian Cygames AI Studio. Pengumuman awal tersebut dinilai terlalu singkat dan tidak menyentuh isu isu sensitif seputar etika, hak kreator, serta perdebatan sosial yang sedang mengiringi perkembangan teknologi AI generatif.
Cygames Akui Kesalahan Komunikasi
Dalam pernyataan resminya, Cygames mengakui bahwa mereka telah menerima banyak komentar bernada marah, kecewa, dan cemas dari para penggemar. Hal ini disebabkan oleh pengumuman awal mengenai Cygames AI Studio yang tidak secara jelas membahas masalah dan diskusi sosial terkait generative AI yang saat ini menjadi topik panas di industri kreatif.
Cygames menyampaikan permintaan maaf secara tulus karena telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan di kalangan fans, serta mengakui bahwa komunikasi mereka sebelumnya tidak cukup mempertimbangkan sensitivitas isu tersebut.
Tegaskan Tidak Gunakan Generative AI untuk Art Game
Salah satu poin terpenting dalam pernyataan Cygames soal AI adalah penegasan bahwa art dalam seluruh game dan konten Cygames saat ini tidak menggunakan hasil generative AI. Seluruh aset visual disebut dibuat melalui keahlian teknis dan kerja manual dari para staf internal mereka.
Cygames juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan hasil gambar dari generative AI secara sembarangan di dalam produk mereka. Bahkan, jika suatu saat teknologi AI generatif ingin diterapkan ke dalam produk, hal tersebut akan diumumkan secara terbuka terlebih dahulu kepada publik.
Komitmen Menghormati Kreator dan Seniman
Dalam pernyataan tersebut, Cygames menekankan bahwa mereka menempatkan martabat, passion, dan hati para kreator serta seniman sebagai fondasi utama budaya game. Mereka menyebut bahwa game bukan hanya produk teknologi, tetapi juga hasil ekspresi kreatif manusia yang dibangun dari waktu, emosi, dan dedikasi.
Cygames menegaskan akan terus menghormati para kreator yang telah membangun budaya game, sekaligus mempertahankan nilai nilai kreativitas manusia di tengah perkembangan teknologi baru.
AI Diposisikan sebagai Alat, Bukan Pengganti Kreator
Meski membentuk AI Studio, Cygames menegaskan bahwa mereka percaya pada kekuatan kreativitas manusia. Teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan seniman atau kreator, melainkan sebagai alat pendukung yang digunakan secara bertanggung jawab.
Pendekatan ini sejalan dengan pernyataan mereka sebelumnya, di mana Cygames menyatakan ingin menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan bagi para kreator, tanpa mengorbankan nilai artistik demi efisiensi semata.
Upaya Memulihkan Kepercayaan Fans
Di akhir pernyataannya, Cygames kembali menyampaikan permintaan maaf atas keresahan dan kecemasan yang dirasakan oleh para penggemar. Mereka berjanji akan terus menghormati kebebasan berekspresi, mendukung para kreator, dan berusaha menghadirkan konten hiburan dengan kualitas terbaik.
Dengan klarifikasi ini, Cygames berharap dapat memulihkan kepercayaan komunitas serta menegaskan posisi mereka di tengah perdebatan panjang soal generative AI di industri game.
Pernyataan Cygames soal AI ini menjadi pengingat bahwa di era teknologi yang berkembang cepat, transparansi dan komunikasi yang jelas tetap menjadi kunci dalam menjaga hubungan antara developer dan komunitas.
Tag : Cygames, AI Studio, Industri Game, Generative AI, Kontroversi Game