Developer game ternama asal Jepang, Cygames, resmi mengumumkan pendirian Cygames AI Studio, sebuah studio baru yang secara khusus akan menangani pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Pengumuman ini disampaikan pada 9 Januari 2026, dan menandai langkah serius Cygames dalam membangun model AI internal yang aman, terkontrol, dan ramah bagi para kreator di lingkungan produksinya sendiri.
Cygames AI Studio Fokus Kembangkan Tools AI untuk Kreator
Menurut pengumuman resminya, Cygames AI Studio akan berfokus pada riset dan pengembangan model AI in house, sekaligus mendistribusikan berbagai tools dan layanan berbasis AI untuk kebutuhan produksi game.
Cygames menegaskan bahwa tujuan utama studio ini bukan sekadar meningkatkan efisiensi kerja, tetapi membangun siklus kreasi baru yang mampu memperluas kreativitas para kreator. Kata kunci seperti keamanan, keselamatan, dan efisiensi menjadi fokus utama dalam pengembangan teknologi AI mereka.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Cygames ingin memastikan AI berperan sebagai alat pendukung, bukan pengganti, dalam proses kreatif.
Bukan Pendatang Baru, Cygames Sudah Gunakan AI Sejak Lama
Sebagai developer di balik Umamusume Pretty Derby dan Granblue Fantasy, Cygames sebenarnya bukan pemain baru dalam pemanfaatan AI.
Dalam presentasi mereka di CEDEC 2025, Cygames mengungkap bahwa mereka telah menggunakan teknologi AI untuk berbagai kebutuhan internal. Mulai dari mempercepat pembuatan bug ticket, menganalisis respons dan percakapan di media sosial terkait game mereka, hingga memastikan aset visual memenuhi standar moral dan budaya global.
Saat ini, Cygames juga dikabarkan tengah mempertimbangkan penerapan teknologi AI ke dalam empat judul game mereka yang sudah ada.
Penekanan pada Keamanan dan Etika Jadi Sorotan
Hal menarik dari pembentukan Cygames AI Studio adalah penekanan kuat pada aspek keamanan dan etika. Di tengah meningkatnya kekhawatiran industri terhadap penggunaan AI generatif, Cygames memilih jalur pengembangan internal agar seluruh teknologi tetap berada dalam kontrol perusahaan.
Dengan membangun model sendiri, Cygames dapat memastikan bahwa data, aset kreatif, dan hasil produksi tidak disalahgunakan, sekaligus meminimalkan risiko kebocoran atau pelanggaran hak cipta.
Tren AI Internal Mulai Diikuti Developer Game Jepang
Langkah Cygames ini juga sejalan dengan tren di industri game Jepang. Developer Pokémon Trading Card Game Pocket, DeNA, diketahui telah mengembangkan model AI internal sejak tahun lalu.
DeNA menggunakan teknologi tersebut untuk mengurangi beban kerja software engineer serta meningkatkan produktivitas individu, menunjukkan bahwa AI mulai diposisikan sebagai alat bantu strategis di balik layar pengembangan game.
Cygames Perkuat Posisi di Era AI
Dengan berdirinya Cygames AI Studio, Cygames memperlihatkan pendekatan yang hati hati namun visioner terhadap teknologi AI. Alih alih mengadopsi solusi pihak ketiga secara terbuka, mereka memilih membangun fondasi teknologi sendiri yang selaras dengan nilai kreatif dan keamanan perusahaan.
Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana AI internal ini akan diterapkan di game game Cygames, serta sejauh mana teknologi tersebut mampu mendukung kreator tanpa mengorbankan identitas dan kualitas karya mereka.
Tags :
Cygames, Gacha, Mobile, Uma Musume