• Home
  • Game
  • Gacha MU Archangel Terbukti Menipu, Webzen Didenda!
Mu Archangel Didenda

Gacha MU Archangel Terbukti Menipu, Webzen Didenda!

SHARE ARTIKEL INI

Komisi Perdagangan Korea Selatan (Korea Fair Trade Commission/KFTC) resmi menjatuhkan sanksi denda kepada Webzen setelah menemukan praktik gacha bermasalah di game MU Archangel. Praktik tersebut dinilai menyesatkan pemain karena informasi peluang rare item tidak sesuai dengan kenyataan di dalam sistem.

Berdasarkan hasil investigasi KFTC, peluang untuk mendapatkan item rare ternyata nol persen hingga pemain melakukan 50 sampai 149 kali pull. Mekanisme ini berjalan secara tersembunyi dan bertolak belakang dengan konsep pity system yang umumnya dipahami pemain, di mana peluang sudah tersedia sejak percobaan pertama dan meningkat seiring jumlah pull.

Masalahnya, pemain tetap bisa membeli tiket gacha sejak awal dengan asumsi peluang rare sudah aktif. Artinya, transaksi dilakukan berdasarkan informasi yang tidak sepenuhnya transparan—sebuah poin krusial yang menjadi sorotan regulator.

Webzen sempat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf, dengan menyebut bahwa masalah tersebut terjadi akibat “kesalahan tampilan” pada informasi peluang. Namun KFTC menegaskan bahwa alasan tersebut tidak mengubah fakta bahwa pemain telah melakukan pembelian dengan informasi yang menyesatkan.

MU Archangel

Apa dampaknya?

Dari lebih dari 20ribu pemain MU Archangel yang terdampak, tercatat kurang dari 5% saja yang menerima kompensasi dari pihak Webzen. Angka ini dinilai jauh dari memadai untuk menutup kerugian konsumen secara keseluruhan.

Sebagai konsekuensi, Webzen diwajibkan melakukan perbaikan sistem gacha serta membayar denda sebesar 158 juta won atau sekitar USD 107 ribu. Meski demikian, sejumlah pihak menilai nominal denda tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan skala pendapatan perusahaan dari model monetisasi gacha.

Menariknya, kasus ini juga menjadi pintu masuk bagi KFTC untuk melakukan investigasi lanjutan terhadap beberapa publisher besar lainnya, termasuk Krafton, Gravity, WeMade, dan Com2uS. Langkah ini menandai sikap semakin tegas regulator Korea Selatan terhadap praktik gacha yang tidak transparan dan berpotensi merugikan pemain.

Melihat perkembangan ini, wajar jika muncul satu pertanyaan dari komunitas gamer:
kapan ya di Indonesia ada lembaga dengan kewenangan sekuat ini untuk melindungi pemain dari praktik gacha yang abu-abu?

Previous
Menteri Jepang Ini Ternyata Veteran Fate/Grand Order

OUR SOCIAL MEDIA

Featured Article

LATEST ARTICLE

TheoTown Viral
TheoTown Mendadak Viral di Indonesia, Game City Building Ini Jadi Media Satire Kebijakan
blue archive
Blue Archive Producer: Penggunaan AI Berlebihan Bisa Hancurkan Kepercayaan Gamer
Thumbnail YT (36)
Cygames Dirikan AI Studio Sendiri, Fokus Kembangkan Model AI Internal yang Aman
09-01-2026 PS5 Neon
PS5 Hyperpop Collection Resmi! PlayStation Bawa Warna Unik ke Aksesoris PS5
09-01-26 Poco Turun Harga
POCO Buka 2026 dengan Strategi Gila: HP Gaming Spek Dewa Harga Lebih Murah

TRENDING ARTICLE

07-01-26 Japan Project Chapter 3
Awal Tahun Disambut Event Wibu Terbesar di Kalimantan Timur, Japan Project Chapter 03 Tokyo District
02-01-26 genshin
Columbina Resmi Hadir, Genshin Impact Luna IV Buka Era Dawn of Teyvat
Kolaborasi ASUS ROG dan Hideo Kojima
ROG Resmi Gandeng Kojima Productions, Hadirkan Flow Z13 KJP dan Peripheral Eksklusif Bertema Ludens
09-01-26 Poco Turun Harga
POCO Buka 2026 dengan Strategi Gila: HP Gaming Spek Dewa Harga Lebih Murah
Update Guardian Tales 2026
Guardian Tales Siapkan Update Gila di 2026, Kolaborasi Besar & Story Baru Datang
TheoTown Viral
Thumbnail YT (36)
09-01-26 Poco Turun Harga
Kolaborasi ASUS ROG dan Hideo Kojima
Nasib anime Genshin Impact
02-01-26 genshin
Load More